JASA Bireuen Kritik Aksi Protes Guru dan Ingatkan Pentingnya Keteladanan
![]() |
| Ketua JASA Bireuen, Muliadi, S.H. |
Relasi Nasional | Bireuen - Ketua JASA Bireuen, Muliadi, S.H., menilai aksi protes sejumlah guru di Kabupaten Bireuen beberapa waktu lalu kurang tepat karena dinilai dapat mengecewakan orang tua yang mengharapkan pendidikan berlandaskan keteladanan. Ia mengingatkan tenaga pendidik agar tetap menjaga etika saat menyampaikan aspirasi tanpa mengabaikan hak dan kesejahteraan guru.
Muliadi berpandangan bahwa guru memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter, akhlak, dan masa depan peserta didik. Menurutnya, sikap tenaga pendidik di ruang publik juga menjadi bagian dari keteladanan yang diperhatikan masyarakat.
“Saya rasa aksi protes seperti yang dilakukan oleh para guru kemarin di Kota Bireuen kurang tepat. Aksi tersebut sangat mengecewakan seorang ayah dan seorang ibu yang berharap anak-anak mereka mendapatkan pendidikan yang baik, aman, dan penuh keteladanan,” ujar Muliadi, Jumat (9/10/2026).
Meski mengkritik aksi tersebut, Muliadi menegaskan bahwa guru tetap memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi. Ia menyebut kesejahteraan, penghargaan terhadap profesi, dan perlindungan dalam menjalankan tugas sebagai hal yang perlu diperhatikan.
Menurut Muliadi, demonstrasi untuk memperjuangkan persoalan mendasar, seperti pemangkasan hak, pengabaian kesejahteraan, serta penghasilan yang tidak sebanding dengan beban kerja, merupakan persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.
“Kalau hak-hak guru dipangkas, kesejahteraan mereka diabaikan, atau gaji yang diterima tidak sesuai dengan beban kerja dan tanggung jawabnya, tentu perjuangan untuk menyampaikan aspirasi perlu mendapat perhatian serius. Sebab, kesejahteraan guru merupakan bagian penting dari kemajuan pendidikan,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab guru tidak terbatas pada penyampaian materi pelajaran. Tenaga pendidik juga berperan dalam menanamkan disiplin, mengajarkan sikap saling menghormati, serta membimbing peserta didik menyelesaikan persoalan secara bijaksana.
Muliadi berharap penyampaian aspirasi dapat mengutamakan dialog dan dilakukan secara santun. Menurutnya, komunikasi dengan pemerintah dan pihak terkait perlu diperkuat agar persoalan yang dihadapi guru dapat dibahas tanpa mengesampingkan kepentingan peserta didik.
Ia juga mengingatkan agar polemik aksi protes tersebut tidak berkembang menjadi pertentangan antara masyarakat dan tenaga pendidik. Pemerintah daerah, pihak sekolah, organisasi profesi guru, dan unsur masyarakat diharapkan dapat membangun komunikasi untuk mencari penyelesaian bersama.
“Guru harus dihargai, kesejahteraannya harus diperhatikan, dan hak-haknya wajib dihormati. Namun, masyarakat juga berharap agar guru senantiasa menjaga kehormatan profesinya melalui sikap dan tindakan yang mencerminkan keteladanan,” tambahnya. (*)

Posting Komentar