BREAKING NEWS

Zita Anjani Minta Maaf Batal Hadir di Seminar Unpad

Zita Anjani Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata meminta maaf usai batal hadir di Seminar Magister Pariwisata Unpad.
Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, menyampaikan permintaan maaf usai batal hadir di Seminar Magister Pariwisata Unpad. [Foto: instagram.com/zitaanjani]

 Jakarta — Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, akhirnya buka suara soal batal hadir di Seminar Magister Pariwisata Universitas Padjadjaran (Unpad) pada 26 Juni 2025. Ia mengaku keliru dan menyampaikan permintaan maaf terbuka.


"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus karena tidak dapat hadir dalam acara Seminar Magister Pariwisata UNPAD pada tanggal 26 Juni 2025. Keputusan membatalkan secara mendadak adalah kekeliruan saya dan tim," kata Zita lewat unggahan Instagram pribadinya @zitaanjani, dikutip Sabtu (13/9/2025).


Zita menjelaskan, pada hari seminar dirinya menghadiri agenda lain yang ternyata molor dari jadwal. Kondisi itu membuatnya gagal mengantisipasi bentrokan waktu dan tidak menginformasikan dengan tepat kepada panitia Unpad.


"Di situ lah kami gagal mengantisipasi dan mengkomunikasikannya dengan tepat kepada panitia," ujarnya.



Menurut Zita, ketidakhadirannya sama sekali tidak dimaksudkan meremehkan Unpad. Ia menegaskan tetap menghormati kampus tersebut yang sudah banyak berkontribusi dalam pengembangan pariwisata Indonesia.


Zita juga menanggapi unggahan di media sosial yang memperlihatkan dirinya berada di gym pada hari yang sama. Ia menjelaskan, konten itu bukan aktivitas saat itu, melainkan unggahan lama yang baru dipublikasikan.


"Adapun unggahan saya setelahnya yang menimbulkan salah paham—yakni saat saya berada di gym—adalah late post yang telah dijadwalkan sebelumnya. Saya memahami bagaimana itu bisa memicu persepsi yang keliru, dan untuk itu saya mohon maaf," ucapnya.


Politisi yang kini menjadi utusan khusus Presiden itu menegaskan siap menerima kritik. Ia berjanji membuka ruang pertemuan agar diskusi terus terjalin.


"Saya tidak ingin menutup ruang kritik. Sebaliknya, saya ingin terus membuka ruang pertemuan—karena seperti nama program kami, Unlock Indonesia, saya percaya selalu ada ruang terbuka untuk memperbaiki, membangun, dan berjalan bersama," ujar Zita.


"Terima kasih untuk yang tetap bersedia mendengar," tutupnya.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image