BREAKING NEWS
iklan

Isra Mi‘raj dan Hadiah Shalat Kisah Agung Penuh Hikmah

Isra Mi‘raj dan Hadiah Shalat Kisah Agung Penuh Hikmah
Isra Mi‘raj Nabi Muhammad ﷺ, sejarah, hikmah, dan makna perintah shalat bagi umat Islam. [Foto: Ist]

 Jakarta, relasinasional.com — Umat Islam akan kembali memperingati Isra Mi‘raj Nabi Muhammad ﷺ pada Jumat, 16 Februari 2026. Peristiwa besar ini bukan sekadar catatan sejarah, melainkan momentum turunnya perintah shalat yang hingga kini menjadi pilar utama kehidupan seorang muslim.


Isra Mi‘raj menempati posisi istimewa dalam ajaran Islam. Di balik kisah perjalanan luar biasa Rasulullah ﷺ, tersimpan pesan mendalam tentang iman, keteguhan, dan kedekatan hamba dengan Tuhannya.


Makna Isra Mi‘raj dalam Sejarah Islam


Isra Mi‘raj adalah peristiwa spiritual yang menegaskan hubungan langsung antara Allah ﷻ dan Rasul-Nya. Dari peristiwa inilah umat Islam menerima kewajiban shalat lima waktu, sebuah ibadah yang tidak disampaikan melalui wahyu biasa, melainkan lewat perjumpaan langsung.


Peristiwa ini juga menjadi ujian keimanan. Tidak sedikit yang meragukan, namun bagi orang beriman, Isra Mi‘raj justru menguatkan keyakinan bahwa kekuasaan Allah melampaui logika manusia.


Latar Belakang Terjadinya Isra Mi‘raj


Isra Mi‘raj terjadi di masa paling berat dalam hidup Rasulullah ﷺ. Periode ini dikenal sebagai ‘Amul Huzn atau Tahun Kesedihan. Dalam waktu berdekatan, Rasulullah kehilangan Khadijah binti Khuwailid dan Abu Thalib, dua sosok penopang utama dakwahnya.


Belum selesai duka itu, penolakan keras juga beliau terima saat berdakwah ke Thaif. Di tengah tekanan batin tersebut, Allah ﷻ justru memuliakan Nabi Muhammad ﷺ dengan sebuah perjalanan agung sebagai bentuk penghiburan dan penguatan.


Peristiwa Isra Perjalanan Malam ke Masjidil Aqsha


Isra merupakan perjalanan malam Rasulullah ﷺ dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina. Perjalanan ini ditempuh dalam waktu singkat dengan kendaraan bernama Buraq, ditemani Malaikat Jibril.


Peristiwa ini diabadikan secara tegas dalam Al-Qur’an surah Al-Isra ayat 1, yang menegaskan bahwa Isra adalah kehendak langsung Allah ﷻ untuk memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya kepada Rasulullah ﷺ.


Mi‘raj dan Turunnya Perintah Shalat


Setelah tiba di Masjidil Aqsha, Rasulullah ﷺ melanjutkan perjalanan Mi‘raj, naik menembus lapisan langit hingga Sidratul Muntaha. Dalam perjalanan tersebut, beliau bertemu para nabi terdahulu di setiap lapisan langit.


Puncak Mi‘raj adalah diterimanya perintah shalat. Awalnya, shalat diwajibkan sebanyak 50 kali sehari semalam. Atas kasih sayang Allah dan dialog Rasulullah ﷺ, kewajiban itu diringankan menjadi lima waktu, dengan pahala tetap setara 50 kali shalat.


Keutamaan Isra Mi‘raj bagi Umat Islam


Isra Mi‘raj menegaskan kedudukan shalat sebagai ibadah paling utama. Shalat bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana komunikasi langsung antara hamba dan Rabb-nya.


Peristiwa ini juga menjadi bukti bahwa pertolongan Allah selalu hadir, bahkan ketika seorang hamba berada di titik terendah dalam hidupnya.


Hikmah Isra Mi‘raj dalam Kehidupan Sehari-hari


Isra Mi‘raj mengajarkan bahwa kesabaran dan keteguhan akan selalu berbuah kemuliaan. Sebelum “diangkat”, seorang hamba harus siap menapaki bumi dengan ikhlas dan taat.


Bagi umat Islam, shalat adalah mi‘raj harian. Di sanalah jiwa beristirahat, hati ditenangkan, dan beban hidup diserahkan sepenuhnya kepada Allah ﷻ.


Amalan yang Dianjurkan saat Peringatan Isra Mi‘raj


Tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan dalam peringatan Isra Mi‘raj. Namun, momen ini dianjurkan untuk introspeksi dan memperbaiki kualitas shalat.


Memperbanyak dzikir, istighfar, membaca Al-Qur’an, serta bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ menjadi amalan yang sangat dianjurkan untuk menghidupkan semangat Isra Mi‘raj.


Doa dan Harapan di Momen Isra Mi‘raj


Umat Islam dianjurkan memperbanyak doa agar senantiasa diberi kekuatan menjaga shalat, ditanamkan rasa syukur, dan dianugerahi ketenangan jiwa. Doa agar shalat menjadi penyejuk hati selaras dengan pesan utama Isra Mi‘raj.


Isra Mi‘raj Lebih dari Sekadar Peringatan


Isra Mi‘raj bukan sekadar peristiwa tahunan. Ia adalah pengingat sepanjang zaman bahwa jalan menuju Allah selalu terbuka melalui shalat dan ketaatan.


Jika Rasulullah ﷺ dimuliakan dengan perjalanan ke langit, maka umatnya dimuliakan dengan kesempatan bersujud lima kali sehari. Di sanalah letak kemuliaan seorang hamba. (mis/red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image