Tiga Bulan Menanti, Bupati Bireuen Diisukan Mulai Usulkan Huntara, HRD Beri Apresiasi
BIREUEN — Kabar mengenai Bupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T., yang secara diam-diam telah mengusulkan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) belakangan ini santer beredar di masyarakat. Kabar ini seolah menjadi angin segar setelah tiga bulan lamanya warga menanti kepastian.
Menanggapi desas-desus tersebut, Anggota Komisi V DPR RI, H. Ruslan M. Daud (HRD), yang selama ini menaruh perhatian besar terhadap korban banjir dan tanah longsor di Aceh khususnya Bireuen memberikan apresiasinya.
"Alhamdulillah, jika memang benar Huntara sudah diusulkan, saya sangat mengapresiasi. Semoga Bapak Bupati sehat dan selalu dalam lindungan Allah," ujar HRD di sela-sela kunjungannya menyapa dan menyalurkan bantuan kepada korban bencana di Desa Simpang Mulia, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Kamis (5/3/2026).
Seperti diketahui, hingga tiga bulan pascabencana, Pemerintah Kabupaten Bireuen belum juga mengajukan usulan pembangunan Huntara. Akibatnya, masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor terpaksa bertahan di tenda-tenda pengungsian dengan kondisi yang memprihatinkan dan tidak layak huni.
Kondisi pilu tersebut salah satunya dirasakan oleh Aisyah, warga Desa Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa. Kesabarannya seolah telah habis setelah berbulan-bulan hidup terlantar di bawah tenda darurat.
Dengan suara bergetar menahan tangis, Aisyah bahkan memohon pertolongan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar Huntara segera dibangunkan.
"Tolong kami, Bapak Presiden yang terhormat. Sudah tiga bulan penuh kami menderita di bawah tenda ini. Kami merasa telah dizalimi oleh para pemangku kebijakan di Kabupaten Bireuen," rintihnya saat memohon kepada Presiden, Selasa (3/3/2026). (mis/red)

