10 Ulama Besar Aceh Dapat Hadiah Umrah dari Gus Muhaimin, Terbang via MUDI Travel
BANDA ACEH - Ketua Umum DPP PKB, Gus Abdul Muhaimin Iskandar, memberikan hadiah umrah gratis kepada 10 ulama besar Aceh. Penyerahan tiket ini berlangsung saat pengukuhan pengurus DPW PKB Aceh di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Selasa (31/3/2026) malam.
Gus Muhaimin menyerahkan tiket tersebut secara simbolis kepada tiga ulama kharismatik. Mereka adalah Tgk H Syech Hasanoel Basry (Abu Mudi), Waled Nuruzzahri (Waled Nu), dan Abiya Anwar Usman (Abiya Kuta Krueng). Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dan Ketua DPW PKB Aceh, H Ruslan Daud (HRD) turut mendampingi agenda ini.
Selanjutnya, rombongan ulama ini akan terbang menggunakan layanan MUDI Travel asal Samalanga, Bireuen. Agen perjalanan ini menyiapkan fasilitas istimewa untuk menjamin kenyamanan para jamaah. Fasilitas tersebut mencakup akomodasi hotel bintang lima yang sangat dekat dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Direktur PT MUDI Mesjid Raya Wisata Perkasa, Abina Abdul Muhaimin, menegaskan komitmen perusahaan dalam melayani jamaah. Oleh karena itu, MUDI Travel sangat memperhatikan kebersihan dan kualitas penginapan agar jamaah bisa fokus beribadah. Keberangkatan ini sekaligus membuktikan profesionalitas MUDI Travel sebagai biro perjalanan umrah terpercaya.
Sementara itu, pemberian hadiah ini menjadi wujud nyata kepedulian Gus Muhaimin terhadap ulama. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat ini menegaskan bahwa ulama dan santri merupakan ruh perjuangan partai.
“Kita sangat berterima kasih dan bersyukur serta sangat mengapresiasi kepada para alim ulama, pimpinan dayah dan para santri yang selalu dan terus mendukung kepengurusan DPW PKB Aceh dibawah kepimimpinan H Ruslan Daud, karena PKB Aceh terus bangkit berkat perjuangan dan dukungan para ulama," ucap Gus Muhaimin.
Merespons hal tersebut, Abiya Anwar Kuta Krueng menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia menilai Ketua Umum PKB itu memiliki kedekatan historis yang kuat dengan masyarakat Aceh.
"Gus Muhaimin Iskandar tidak bisa dipisahkan dengan ulama Aceh, dari dulu beliau sudah dekat dengan para ulama di Aceh," kata Abiya Anwar.
Selain itu, Ketua DPW PKB Aceh, HRD, menyebut momentum ini sebagai simbol sinergi erat antara ulama dan umara.
"Ini menjadi awal langkah untuk memperkuat sinergi antara politik dan nilai-nilai keislaman dalam membangun Aceh yang lebih baik. InsyaAllah, dengan dukungan ulama, kader, dan seluruh masyarakat, PKB Aceh akan terus hadir membawa manfaat dan memperjuangkan kepentingan rakyat," ujar HRD.
Sebagai penutup, Gus Muhaimin juga membuka orientasi politik serta Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PKB Aceh. Forum ini berfokus pada penguatan program pemberdayaan masyarakat dan langkah strategis partai ke depan. (mis)

