Gepeng Kuasai Simpang Empat Bireuen, Warga Resah
Bireuen — Fenomena gelandangan dan pengemis (gepeng) di pusat Kota Bireuen makin meresahkan. Mereka kerap terlihat memenuhi simpang empat berlampu lalu lintas, bahkan ada yang marah dan melempar kendaraan saat tak diberi uang.
"Mirisnya, ada di antara mereka yang naik pitam lalu marah kepada pengendara yang tidak mengulurkan tangan. Seketika kendaraan yang jadi sasaran pelemparan," kata AR, seorang pengusaha lokal, Rabu (14/8/2025).
Tgk ZK menilai maraknya gepeng di Bireuen bukan fenomena baru. Menurutnya, memberi sedekah adalah amal, tetapi ada batasan yang harus diperhatikan.
"Ya tergantung niat dan keikhlasan dari si pemberi itu sendiri. Untuk pemenuhan biaya hidup, setiap orang punya cara dan usaha sesuai kemampuan. Namun jika kondisi fisik sempurna, mengemis seharusnya tidak dilatarbelakangi modus atau menipu diri sendiri, apalagi mengorbankan anak sebagai objek untuk meraih simpati," ujarnya.
Ia menambahkan, pemandangan pengemis yang membawa balita sering terlihat di sekitar simpang empat.
"Sebagaimana yang kerap dipertontonkan di sekitar lokasi simpang empat pusat kota Kabupaten Bireuen," kata Tgk ZK.
![]() |
| Seorang perempuan menggendong balita sambil membawa kotak meminta sumbangan di simpang empat pusat Kota Bireuen, Rabu (6/8/2025). Aksi seperti ini kerap terlihat saat lampu merah menyala. |
Hal senada disampaikan H AB, tokoh masyarakat setempat. Ia menduga ada pihak yang mengoordinir sebagian pengemis tersebut.
"Sosok pengemis yang sama terciduk berkali-kali dalam sejumlah operasi, namun tetap beraktivitas bertahun-tahun. Anak balita dalam gendongan kerap dipertontonkan untuk meraih simpati pengendara. Kenapa anak balita dijadikan objek dibalik layar meminta-minta?" ucapnya.
H AB mendesak Pemkab Bireuen bertindak tegas.
"Sudah saatnya Pemerintah Bireuen melahirkan regulasi berlandaskan payung hukum. Jangan hanya menonton atau membiarkan pemandangan seperti ini. Banyak program pemerintah yang pro-rakyat miskin, mulai dari bantuan, pemberdayaan, hingga pembinaan. Pemerintah harus sigap menangani masalah gepeng yang semakin membudaya dan menjamur di Bireuen," pungkasnya.
(mis)


