BREAKING NEWS
iklan

Charlie Kirk Tewas Ditembak di Kampus Utah

Kerumunan mahasiswa menghadiri debat terbuka di kampus Utah sebelum penembakan Charlie Kirk.
Suasana debat terbuka di kampus Utah sebelum penembakan yang menewaskan aktivis konservatif Charlie Kirk, Rabu (10/9/2025). [Foto: Istimewa]

 Amerika Serikat — Aktivis konservatif Amerika Serikat, Charlie Kirk, tewas ditembak saat menghadiri acara debat terbuka di sebuah kampus di Utah, Rabu (10/9). Insiden yang berlangsung di bawah tenda bertuliskan "prove me wrong" itu terjadi di hadapan ribuan mahasiswa.


Kirk, 31 tahun, ditembak di bagian leher ketika tengah berdiskusi dengan lawan debat. Suasana yang semula riuh oleh sorak-sorai dan protes mahasiswa mendadak berubah menjadi kepanikan. Ribuan orang yang hadir berhamburan menyelamatkan diri.


Penembakan tersebut terekam kamera dan beredar luas di media sosial. Rekaman menunjukkan Kirk roboh berlumuran darah sebelum dinyatakan meninggal dunia. Bagi banyak mahasiswa konservatif yang mengidolakannya, kematian Kirk dianggap sebagai duka besar sekaligus menjadikannya simbol perlawanan.


Charlie Kirk dikenal sebagai pendiri organisasi konservatif Turning Point US, yang berperan besar dalam menggerakkan pemilih muda pada Pemilu 2024 dan membantu kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih. Kirk juga lantang membela hak kepemilikan senjata, menentang hak transgender, serta dikenal sebagai loyalis Trump.


Kematian Kirk menambah daftar panjang kekerasan politik di Amerika. Sebelumnya, dua legislator Demokrat di Minnesota ditembak di rumah mereka pada awal tahun, salah satunya tewas. Tahun lalu, Trump dua kali menjadi target percobaan pembunuhan, termasuk dalam insiden penembakan di Butler, Pennsylvania. Pada 2017, sekelompok anggota kongres Partai Republik juga pernah diserang pria bersenjata saat latihan baseball.


Trump merespons cepat melalui video dari Gedung Putih yang diunggah di platform Truth Social. "Ini adalah momen kelam bagi Amerika," kata Trump. Ia menuding "radikal kiri" berada di balik penembakan Kirk. "Kami akan menemukan setiap orang yang berkontribusi pada tragedi ini dan pada kekerasan politik lainnya," tambahnya.


Pernyataan Trump itu memicu dukungan dari sejumlah tokoh konservatif. Aktivis Christopher Rufo menulis di X, "Sudah saatnya, dalam batasan hukum, untuk menyusup, mengacaukan, menangkap, dan memenjarakan semua orang yang bertanggung jawab atas kekacauan ini."


Namun, tidak semua pihak sepakat dengan narasi saling menyalahkan. Sejumlah politisi Republik dan Demokrat, termasuk kandidat potensial Pilpres 2028, menyerukan penghentian kekerasan politik. Meski demikian, di Kongres, momen hening sejenak untuk Kirk justru berakhir dengan adu teriak antar anggota dewan, menegaskan polarisasi politik masih membara.


Gubernur Utah, Spencer Cox, menyampaikan keprihatinan mendalam dalam konferensi pers. Ia menilai politik Amerika kian rusak menjelang perayaan 250 tahun kemerdekaan. "Apakah ini akhirnya? Apakah ini yang dihasilkan oleh 250 tahun perjalanan kita? Saya berdoa semoga bukan begitu," ujar Cox dengan nada bergetar.


Insiden ini menegaskan bahwa politik Amerika semakin rapuh, terjebak dalam lingkaran retorika tajam, akses senjata yang longgar, dan meningkatnya potensi kekerasan.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image