Biografi H. Mukhlis, ST, dari Pengusaha Konstruksi hingga Bupati Bireuen Visioner
![]() |
| Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, mengenakan seragam dinas saat sesi pemotretan resmi pasca pelantikan periode 2025–2030. [Foto: Istimewa] |
Bireuen, relasinasional.com — H. Mukhlis, ST lahir di Alue Krub, Peusangan, Kabupaten Bireuen, pada 15 Januari 1972. Beliau merupakan putra pasangan Teungku Cut Hasan dan Rabiah. Sejak kecil, beliau terkenal tekun dan disiplin dalam menuntut ilmu. Pendidikan dasarnya diselesaikan di MIS Alue Krub, kemudian melanjutkan ke SMPN 1 Peusangan dan SMA Negeri 2 Lhokseumawe.
Selepas SMA, beliau menimba ilmu di Politeknik Unsyiah (kini Politeknik Negeri Lhokseumawe) dan menamatkan pendidikan pada tahun 1996. Latar belakang teknik yang kuat menjadi bekal penting dalam kariernya di dunia konstruksi. Sejak masa kuliah, Mukhlis juga aktif berwirausaha kecil-kecilan sebagai bentuk latihan kemandirian dan tanggung jawab.
Ketekunan itu membentuk karakter pantang menyerah yang kelak membawanya menjadi sosok penting dalam pembangunan Kabupaten Bireuen.
Awal Karier dan Perjalanan Bisnis H. Mukhlis, ST
Setelah lulus kuliah, H. Mukhlis, ST langsung terjun ke dunia konstruksi. Beliau bergabung dengan PT Mutiara Aceh Lestari (MAL), perusahaan milik sang kakak, Saifannur. Di sana beliau belajar mengelola proyek besar, seperti pembangunan Jembatan Teupin Gapeuh di Aceh Utara.
Pengalaman bekerja di daerah konflik, seperti Tiro dan Bener Meriah, menempanya menjadi pribadi tangguh. Pada tahun 2000, beliau mendirikan CV Takabeya yang kemudian berkembang menjadi PT Takabeya Perkasa Group pada 2004. Perusahaan ini menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan pasca tsunami Aceh.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, sektor konstruksi menjadi penyumbang 13,8 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh pada 2005-2010. Peran pengusaha lokal seperti Mukhlis sangat krusial dalam fase rehabilitasi tersebut.
Keberhasilan bisnisnya tak membuatnya lupa diri. Beliau justru semakin aktif membantu masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di Bireuen.
Terjun ke Dunia Politik
Meski awalnya enggan berpolitik, H. Mukhlis, ST akhirnya terlibat dalam Pilkada Bireuen 2017 sebagai ketua tim sukses Saifannur-Muzakkar. Kemenangan pasangan tersebut mengantarkannya menjadi tokoh berpengaruh di kancah politik lokal.
Pada 2020, beliau terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Bireuen. Di bawah kepemimpinannya, partai itu meraih sembilan kursi di DPRK pada Pemilu 2024, meningkat dari tiga kursi di periode sebelumnya. Keberhasilan itu menjadi bukti kemampuan manajerial dan politik yang dimilikinya.
Hasil riset Lembaga Survei Aceh (2024) menunjukkan, tingkat kepercayaan publik terhadap Partai Golkar di Bireuen naik hingga 22 persen dalam lima tahun terakhir, sebagian besar dikaitkan dengan kepemimpinan H. Mukhlis.
Dukungan masyarakat yang besar membuatnya maju dalam Pilkada 2024 bersama Ir. Razuardi. Keduanya terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bireuen periode 2025-2030, dan dilantik oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, pada 18 Februari 2025 lalu.
Gaya Kepemimpinan dan Kebijakan Pro-Rakyat
Sebagai Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST menunjukkan kepemimpinan yang sederhana dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Beliau menolak fasilitas mewah seperti mobil dinas dan menyumbangkan seluruh gajinya untuk anak yatim dan fakir miskin. Dalam enam bulan pertama masa jabatannya, beliau menyalurkan santunan sebesar Rp330 juta kepada 110 anak yatim dari 17 kecamatan di Bireuen.
Kebijakan sosialnya menjadi inspirasi banyak kepala daerah di Aceh. Beliau menegaskan, "Pemimpin harus hadir untuk rakyat, bukan sebaliknya." Prinsip itu diterapkannya dalam berbagai program nyata seperti pembangunan rumah dhuafa, bantuan pendidikan, serta stabilisasi harga gabah bagi petani.
Bupati Bireuen juga fokus memperbaiki tata kelola dana desa. Beliau menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas dalam penggunaan Dana Desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, beliau memperkenalkan program "Bireuen Mandiri" yang mendorong masyarakat mengembangkan usaha kecil dengan kemudahan izin dan pelatihan kewirausahaan.
Pembangunan Infrastruktur dan Peningkatan Kesejahteraan
Di bawah kepemimpinan H. Mukhlis, ST, pembangunan infrastruktur di Bireuen menunjukkan kemajuan signifikan. Beliau menargetkan pembangunan dua unit rumah dhuafa per gampong setiap tahun menggunakan Dana Desa.
Bupati Bireuen juga menaruh perhatian besar terhadap penanganan banjir dan peningkatan konektivitas antar wilayah. Bersama Wakil Bupati Ir. Razuardi, beliau menginisiasi pembangunan jaringan saluran pembuang senilai Rp300 miliar untuk mengatasi banjir di Pulo Praden dan Jeumpa.
Data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Bireuen mencatat, pada tahun 2024-2025, angka kemiskinan menurun dari 12,12 persen menjadi 12,10 persen, sementara tingkat pengangguran turun dari 4,14 persen menjadi 3,93 persen.
Capaian ini membuktikan bahwa kebijakan pembangunan dan ekonomi yang diterapkan mulai memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Selain infrastruktur fisik, H. Mukhlis juga fokus pada pembangunan sumber daya manusia. Beliau menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan vokasi untuk generasi muda agar siap menghadapi dunia kerja.
Sosok Dermawan dan Inspirasi Generasi Muda
Kepedulian H. Mukhlis, ST terhadap masyarakat Bireuen sudah terlihat sejak sebelum menjabat. Beliau sering membantu korban bencana, membangun rumah warga miskin, hingga mendukung kegiatan keagamaan dan olahraga.
Sebagai Ketua KONI Bireuen selama dua periode, beliau berhasil membawa Bireuen meraih peringkat keenam di Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV di Pidie. Beliau juga memberikan bonus pribadi kepada kafilah MTQ yang meraih prestasi di tingkat provinsi.
Bupati Bireuen terkenal rendah hati dan dekat dengan rakyat. Beliau sering turun langsung meninjau kondisi lapangan tanpa pengawalan berlebihan. Bagi banyak orang, sosoknya adalah simbol pemimpin ideal yang menggabungkan ketegasan, kesederhanaan, dan kepedulian sosial.
Dalam wawancara di Jakarta, beliau mengatakan, "Saya tidak mencari kenyamanan dari jabatan ini. Saya ingin meninggalkan jejak manfaat untuk masyarakat."
Kini, di bawah kepemimpinannya, Bireuen menatap masa depan dengan optimisme baru. Pembangunan terus berlanjut, ekonomi mulai tumbuh stabil, dan semangat gotong royong masyarakat kembali menguat.
Kepemimpinan beliau sebagai Bupati Bireuen mencerminkan perpaduan antara profesionalisme dan keikhlasan. Beliau bukan sekadar pejabat publik, tetapi seorang pelayan masyarakat sejati. Visi kemanusiaannya membawa warna baru dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Melalui berbagai kebijakan pro-rakyat, H. Mukhlis, ST berhasil mengubah cara pandang banyak orang tentang arti kepemimpinan. Bupati Bireuen ini membuktikan bahwa integritas dan kepedulian adalah kunci utama dalam membangun daerah menuju kemandirian dan kesejahteraan. (mis/red)

