Dapur Umum Pulo Iboih Diduga Tak Merata Saat Banjir
![]() |
| Komplek Meunasah Gampong Pulo Iboih, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. |
Bireuen, relasinasional.com — Banjir yang merendam Gampong Pulo Iboih, Kecamatan Jangka, sejak Selasa malam (25/11/2025) memicu keluhan warga terkait dugaan ketidakadilan pengelolaan dapur umum yang dibuka sehari setelah air mulai surut. Genangan setinggi 50 sentimeter sebelumnya menutup puluhan rumah hingga Jumat (28/11/2025).
Sejumlah warga menilai dapur umum yang menggunakan kas gampong itu tidak memberikan bantuan secara merata. Mereka menyebut sebagian besar penerima justru berasal dari keluarga dan kerabat PJ Keuchik serta perangkat desa, sementara warga terdampak banjir banyak yang pulang tanpa mendapatkan makanan layak.
Beberapa warga mengaku hanya menemukan nasi tanpa lauk saat tiba di lokasi dapur umum, bahkan ada yang tidak kebagian bantuan sama sekali.
Seorang warga berinisial R menyebut kondisi tersebut tidak adil karena ada kelompok masyarakat tertentu yang bisa mengambil kebutuhan di salah satu warung desa dengan sistem kas bon yang ditanggung kas gampong.
“Ada sebagian warga yang bebas mengambil kebutuhan di warung dan ditanggung oleh PJ Keuchik melalui kas gampong, sedangkan yang lain tidak kebagian,” ujar R, Sabtu (29/11/2025).
R juga mengatakan sempat mengalami penolakan halus saat hendak mengungsi ke meunasah dalam kondisi basah akibat banjir.
“Saya ditolak secara halus ketika mau mengungsi ke meunasah karena pakaian basah. Rumah saya sudah terendam sampai sepinggang. Saya hanya ingin mengantar anak dan kembali untuk mengambil pakaian kering, tapi sudah lebih dulu disindir, jadi saya batal mengungsi,” kata dia.
R menambahkan, selama menjabat PJ Keuchik dinilai bersikap arogan dan kurang peduli terhadap warganya.
Hingga berita ini tayang, pihak redaksi sudah mencoba mengkonfirmasi ke pihak terkait, namun belum terkonfirmasi. (mis/red)

