Kisah Aurelie Moeremans Korban Grooming Sejak 15 Tahun
![]() |
| Aktris Aurelie Moeremans membagikan kisah kelam masa lalunya sebagai korban grooming sejak usia 15 tahun melalui buku memoir berjudul Broken Strings. |
Jakarta, relasinasional.com — Aktris Aurelie Moeremans akhirnya membuka kisah kelam masa lalunya sebagai korban grooming sejak usia 15 tahun. Pengakuan itu disampaikan secara gamblang melalui buku memoarnya berjudul Broken Strings, yang langsung menyita perhatian publik setelah dirilis dan dibagikan secara gratis.
Dalam buku tersebut, Aurelie menceritakan kronologi bagaimana dirinya terjerat relasi manipulatif dengan seorang pria dewasa yang namanya disamarkan menjadi Bobby. Kisah ini bukan sekadar pengakuan personal, melainkan bentuk keberanian seorang penyintas untuk bersuara setelah bertahun-tahun memendam trauma.
"Namaku Aurelie, dan ini adalah kisahku. Ikuti aku kembali ke tempat dan waktu yang membentuk diriku, bahkan ke momen-momen yang dulu sempat ingin kulupakan," tulis Aurelie dalam buku Broken Strings dikutip Relasi Nasional, Rabu (14/1/2026).
Grooming yang dialami Aurelie bermula dari pertemuannya dengan Bobby di lokasi syuting iklan. Saat itu, Aurelie masih berusia 15 tahun, sementara Bobby sudah berumur 29 tahun. Hubungan profesional yang awalnya terlihat biasa perlahan berubah menjadi kedekatan personal yang berujung manipulasi emosional.
Dalam narasinya, Aurelie menjelaskan bagaimana Bobby secara bertahap membangun ketergantungan emosional. Ia mulai mengontrol cara berpakaian, membatasi komunikasi dengan lingkungan luar, hingga menjauhkan Aurelie dari realitas sekitarnya. Situasi tersebut membuat Aurelie hidup dalam isolasi dan tekanan psikologis yang terus meningkat.
Kondisi itu berkembang menjadi hubungan toxic. Bobby disebut menggunakan ancaman untuk mempertahankan kendali, termasuk memaksa Aurelie menandatangani dokumen pernikahan. Ancaman penyebaran foto pribadi yang diambil tanpa persetujuan hingga intimidasi terhadap keselamatan orang tua Aurelie menjadi alat kontrol yang membuat sang aktris kehilangan jati diri.
Grooming sendiri merupakan bentuk manipulasi di mana orang dewasa membangun ikatan emosional dengan anak di bawah umur untuk tujuan eksploitasi. Dalam kasus ini, Aurelie mengaku trauma tersebut membekas hingga bertahun-tahun dan memengaruhi kehidupannya secara mendalam.
"Ini kisahku, traumaku, tapi juga kesembuhanku," ungkap Aurelie.
Seiring waktu, Aurelie berhasil keluar dari jerat hubungan tersebut dan memulai proses pemulihan. Ia kemudian bertemu dengan Tyler Bigenho, pria yang kini menjadi suaminya. Aurelie menikah pada 2024 dan saat ini tengah bersiap menyambut kelahiran anak pertamanya.
Kini, Aurelie Moeremans telah bertransformasi dari korban menjadi penyintas yang berani bersuara. Melalui Broken Strings, ia berharap kisahnya bisa membuka mata banyak orang tentang bahaya grooming dan pentingnya perlindungan bagi anak dan remaja. Memoar tersebut dapat diakses gratis melalui tautan di profil Instagram resminya, @aurelie, sebagai bentuk komitmennya untuk berbagi dan menyembuhkan. (mis/red)

