BREAKING NEWS
iklan

Scott Adams Meninggal di Usia 68 Tahun, Ini Jejak Hidup Kreator Dilbert

Scott Adams kreator komik Dilbert saat wawancara di studio California tahun 2006
Scott Adams, kreator komik Dilbert, berbincang dalam sebuah wawancara di studionya di California pada 2006. Adams dikenal lewat satire dunia perkantoran yang mendunia. [Foto: Marcio Jose Sanchez/AP]

 Pleasanton, relasinasional.com — Scott Adams, kreator komik legendaris Dilbert, meninggal dunia pada usia 68 tahun setelah berjuang melawan kanker prostat metastatik. Kabar duka itu disampaikan mantan istrinya, Shelly Miles, melalui siaran langsung di platform X, Selasa pagi waktu setempat, dengan membacakan pernyataan terakhir yang telah disiapkan Adams sebelum wafat.


Pesan tersebut dibuka dengan kalimat singkat yang mencerminkan kondisi kritis yang ia hadapi. “Jika kamu membaca ini, berarti semuanya tidak berjalan baik untuk saya,” demikian bunyi pembuka pernyataan Adams yang ditulis pada 1 Januari. Shelly Miles membacakan pesan itu sambil menahan tangis, seraya mengungkap bahwa Adams mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan hospice di rumahnya di Pleasanton, California.


Dalam pesan perpisahannya, Adams mengenang hidupnya tanpa penyesalan. “Saya menjalani hidup yang luar biasa. Saya memberikan segalanya yang saya miliki,” tulisnya. Ia kemudian menyampaikan pesan yang menjadi warisan moral hidupnya. “Jika kamu mendapatkan manfaat apa pun dari karya saya, saya meminta agar kamu meneruskannya kepada orang lain semampu kamu. Itulah warisan yang saya inginkan. Jadilah orang yang berguna. Dan ketahuilah, saya mencintai kalian semua sampai akhir.”


Kondisi kesehatan Adams diketahui memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Pada November lalu, ia secara terbuka meminta bantuan Presiden Donald Trump setelah mengaku penyedia layanan kesehatannya terlambat menjadwalkan pengobatan menggunakan obat baru yang baru disetujui FDA. “Kondisi saya memburuk dengan cepat,” tulis Adams saat itu. Ia berharap bantuan tersebut bisa memberinya “kesempatan bertarung untuk tetap berada di planet ini sedikit lebih lama.” Trump merespons singkat permintaan tersebut dengan menulis, “Sedang ditangani!”


Usai kabar kematian Adams, Trump mengenangnya sebagai figur berpengaruh. “Dia adalah sosok yang luar biasa, yang menyukai dan menghormati saya ketika hal itu tidak populer untuk dilakukan,” tulis Trump di Truth Social. Ia menambahkan, Adams berjuang dengan berani melawan penyakitnya. “Belasungkawa saya sampaikan kepada keluarganya, serta seluruh teman dan pendengarnya. Dia akan benar-benar dirindukan. Tuhan memberkati Anda, Scott!”


Scott Adams pertama kali mengungkap diagnosis kanker prostat agresif yang telah menyebar ke tulang pada Mei lalu, tak lama setelah kantor mantan Presiden Joe Biden mengumumkan kondisi serupa. “Saya memiliki kanker yang sama dengan yang dimiliki Joe Biden,” ujar Adams dalam acara YouTube-nya, Real Coffee With Scott Adams. “Saya juga menderita kanker prostat yang telah menyebar ke tulang.”


Ia mengaku sempat menahan diri untuk tidak mengungkap kondisinya ke publik. “Saya tidak ingin dikenal hanya sebagai pria yang sekarat karena kanker,” katanya. Namun ia berubah pikiran setelah pengumuman dari pihak Biden. “Saya ingin menyampaikan rasa hormat dan empati saya kepada mantan presiden dan keluarganya, karena mereka sedang melalui masa yang sangat berat. Ini adalah penyakit yang mengerikan.”


Lahir di Windham, New York, pada 8 Juni 1957, Adams tumbuh besar di kawasan Catskills. Ia meraih gelar sarjana dari Hartwick College dan MBA dari University of California, Berkeley. Ide Dilbert lahir dari coretan isengnya saat bekerja sebagai teller bank dan karyawan perusahaan telekomunikasi.


Dilbert pertama kali terbit pada 1989 dan bertahan selama puluhan tahun di ribuan surat kabar. Satire tajam tentang dunia kantor, manajemen yang absurd, serta jargon korporasi menjadikannya ikon budaya pop. Adams juga dikenal sebagai pionir era digital di kalangan kartunis. “Ia terbukti piawai membesarkan audiensnya saat ledakan teknologi tahun 1990-an,” tulis The Washington Post. “Ia bahkan menjadi kartunis sindikasi besar pertama yang mencantumkan alamat emailnya di komik.”


Namun perjalanan panjang itu juga diwarnai kontroversi. Pada 2023, Dilbert dihentikan oleh sebagian besar media setelah Adams melontarkan pernyataan rasial dalam siaran YouTube-nya. Saat membahas sebuah jajak pendapat kontroversial, Adams menyebut warga kulit hitam sebagai “kelompok kebencian.” Ia berkata, “Saya tidak ingin berurusan dengan mereka,” dan menyarankan warga kulit putih untuk “menjauh sejauh mungkin dari orang kulit hitam.”


Adams menolak meminta maaf dan menyatakan pernyataan tersebut disampaikan dengan sengaja. Ia kemudian meluncurkan versi daring berbayar bertajuk Dilbert Reborn.


Scott Adams meninggalkan warisan yang kompleks. Di balik karya ikonik dan pengaruh besarnya, kontroversi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kisah hidupnya. Namun di akhir hayat, ia meninggalkan pesan yang sederhana dan universal: jadilah orang yang berguna. (mis/red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image