Demokrat Aceh Dinilai Butuh Nahkoda Kuat Hadapi Politik Dinamis
![]() |
| Dr. Tgk. Jamaluddin, mantan Calon Anggota DPRA Dapil 6 Aceh Timur dari Partai Demokrat, menilai Demokrat Aceh membutuhkan nahkoda yang kuat dan berpengalaman menghadapi dinamika politik daerah. |
Banda Aceh, relasinasional.com — Partai Demokrat Aceh dinilai membutuhkan sosok pemimpin yang kuat, berkapasitas, dan berwibawa untuk menghadapi dinamika politik daerah yang kian kompleks ke depan.
Pandangan itu disampaikan Dr. Tgk. Jamaluddin, mantan Calon Anggota DPRA Dapil 6 Aceh Timur dari Partai Demokrat. Ia menilai, kualitas kepemimpinan akan sangat menentukan arah dan masa depan Demokrat di Aceh.
Menurut Jamaluddin, tantangan politik Aceh saat ini tidak hanya menuntut pemahaman terhadap dinamika lokal, tetapi juga pengalaman dan jejaring di tingkat nasional. Kombinasi tersebut dinilai krusial agar partai mampu beradaptasi dengan perubahan politik yang cepat dan kompetitif.
“Partai Demokrat adalah partai besar. Kita membutuhkan sosok pemimpin yang sudah teruji. Jangan sampai kepemimpinan justru membuat partai semakin mundur,” ujar Tgk. Jamaluddin, Rabu (11/2).
Ia menekankan, kepemimpinan yang matang dan sarat pengalaman akan menentukan kekuatan Demokrat Aceh dalam menjaga eksistensi dan pengaruh politiknya di daerah.
Selain kapasitas dan rekam jejak, Jamaluddin juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang inklusif dan mengayomi kader. Menurutnya, soliditas internal menjadi fondasi utama untuk membangun kepercayaan publik.
Tak kalah penting, calon Ketua Demokrat Aceh ke depan harus terbuka terhadap kritik dan masukan. Gaya kepemimpinan yang komunikatif dan adaptif dinilai akan menjaga relevansi partai di tengah perubahan sosial dan politik Aceh.
“Kita butuh nahkoda yang berwibawa, mampu merangkul kader, dan membawa Demokrat Aceh melangkah lebih maju,” tegasnya.
Sebagai informasi, Partai Demokrat merupakan salah satu partai nasional dengan basis sejarah dan struktur organisasi yang kuat di Aceh, sehingga arah kepemimpinan daerah akan berpengaruh langsung terhadap performa politik partai ke depan. (Hendra/red)

