Temui Korban Banjir, Doli Mardian Pastikan Verifikasi Ulang Data Warga yang TMK
![]() |
| Plt Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Doli Mardian duduk bersama perwakilan warga korban banjir Bireuen, Kamis (26/3/2026). [Foto: rn] |
BIREUEN – Plt Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Doli Mardian, mendatangi langsung tenda pengungsian di halaman Kantor Bupati Bireuen pada Kamis (26/3/2026). Langkah ini bertujuan untuk memecah kebuntuan penanganan korban banjir yang telah berlarut-larut.
Doli hadir tanpa sekat birokrasi dan memilih duduk bersama para pengungsi. Ia mendengarkan aspirasi warga sekaligus membedah persoalan teknis yang menghambat penyaluran bantuan selama ini.
Dalam dialog terbuka tersebut, Doli menunjukkan sikap realistis namun tegas. Ia mengakui adanya masalah yang belum tuntas, tetapi berkomitmen untuk memperjuangkan hak warga hingga ke tingkat pusat.
“Data korban yang selama ini dinyatakan Tidak Memenuhi Kriteria (TMK) akan kami buka kembali. Kami verifikasi ulang secara menyeluruh. Tidak boleh ada yang terabaikan hanya karena kesalahan data,” tegas Doli Mardian di hadapan para korban.
Selain itu, Doli langsung mengambil langkah konkret dengan menghubungi pihak perbankan di lokasi. Ia meminta bank segera membuka akses rekening bagi korban yang belum menerima Dana Tunggu Hunian (DTH), terutama bagi warga Desa Alue Kuta.
Sementara itu, warga menegaskan bahwa aksi mereka bertahan di tenda pengungsian merupakan bentuk tekanan agar pemerintah segera memenuhi hak mereka. Husni, perwakilan warga Desa Alue Kuta, menyampaikan alasan kuat di balik aksi tersebut.
“Kami tidak ingin tinggal di tenda seperti ini. Kami hanya menuntut hak kami. Kalau DTH sudah cair, kami pasti pulang,” ujarnya.
Namun, kondisi lebih memprihatinkan menimpa M. Amin, warga Desa Kapa yang kehilangan rumah sejak banjir November tahun lalu. Ia mengaku belum tersentuh bantuan bantuan apa pun dari pemerintah hingga saat ini.
“Rumah saya sudah tidak ada. Tapi sampai hari ini, kami belum terima apa-apa, baik huntara, DTH, maupun bantuan lain. Jadi kami tidak akan pergi dari sini sebelum hak kami benar-benar diberikan,” pungkas Amin dengan nada kecewa. (rn)

