Kapaloe, Petugas Damkar Di Kabupaten Pidie Mogok Kerja, Ada Apa?!
![]() |
| Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie. [Foto: Fahrul Agiel] |
SIGLI — Petugas Damkar Pidie mogok kerja pada Rabu (4/3/2026) dan mengembalikan enam mobil pemadam ke kantor BPBD Pidie. Aksi ini dipicu polemik uang makan yang disebut terus berkurang dan belum jelas pencairannya.
Enam unit mobil pemadam ditarik dari lima pos, yakni Tangse, Sakti, Beureunuen, Kota Sigli, dan Padang Tiji. Seluruh armada kini terparkir di halaman kantor BPBD Pidie sebagai bentuk aksi protes.
Seorang petugas, Iswadi, menyebut persoalan utama terletak pada kebijakan uang makan Damkar yang dinilai tidak konsisten. Ia mengatakan nominalnya terus turun dalam beberapa tahun terakhir.
“Bayangkan saja, para petugas ini bekerja dengan risiko hidup dan mati, namun jatah makan mereka terus disunat dari tahun ke tahun,” ujar Iswadi kepada relasinasional.com.
Ia merinci, sebelumnya petugas menerima Rp600.000 per bulan. Nilai itu kemudian turun menjadi Rp420.000 dan beredar kabar akan dipangkas lagi menjadi Rp350.000.
Iswadi menegaskan masalahnya bukan sekadar keterlambatan pencairan. Petugas merasa tidak mendapat kepastian dari pimpinan BPBD Pidie terkait status anggaran tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Pidie, Muhammad Rabiul, mengakui ada kendala administratif dalam pembayaran uang makan bagi 77 petugas Damkar.
“Ternyata, pos anggaran untuk uang makan dan minum tersebut belum masuk atau tidak tercantum dalam sistem penganggaran yang ada saat ini. Berbeda dengan kabar yang beredar di kalangan petugas, jatah makan tetap di angka Rp420.000 dan tidak ada pemotongan,” kata Rabiul.
Ia menyebut pihaknya tengah mencari solusi agar dana bisa dicairkan tanpa menunggu perubahan anggaran yang memakan waktu lama.
Aksi mogok ini membuat layanan pemadam kebakaran di Kabupaten Pidie lumpuh sementara. Warga khawatir jika terjadi kebakaran atau keadaan darurat lain sebelum polemik antara Damkar dan BPBD Pidie menemukan titik temu. (fa/red)

