BREAKING NEWS

OpenAI Resmi Suntik Mati Sora, Kerja Sama Raksasa US$1 Miliar dengan Disney Kandas

OpenAI Resmi Suntik Mati Sora
Sora. [Foto: Ist]

 JAKARTA – OpenAI secara mengejutkan mengumumkan penghentian Sora, platform pembuatan video berbasis kecerdasan buatan (AI) generatif yang baru diluncurkan pada akhir 2024. Keputusan ini diambil tanpa memberikan alasan spesifik mengenai penghentian layanan tersebut.


Pernyataan resmi dirilis oleh tim Sora OpenAI pada Selasa waktu setempat. "Kami mengucapkan selamat tinggal pada Sora. Kepada semua orang yang telah berkreasi dengan Sora, membagikannya, dan membangun komunitas di sekitarnya: terima kasih. Apa yang Anda buat dengan Sora sangat berarti, dan kami tahu berita ini mengecewakan," ungkap tim Sora.


Perusahaan rintisan yang dipimpin Sam Altman tersebut menyatakan akan segera memberikan kejelasan mengenai nasib data pengguna. "Kami akan segera membagikan informasi lebih lanjut, termasuk lini masa untuk aplikasi dan API serta detail tentang cara menyimpan karya Anda," tambah pernyataan tersebut. Hingga saat ini, OpenAI belum menanggapi permintaan informasi tambahan.


Pengumuman ini sangat mengejutkan mengingat baru tiga bulan lalu Disney menandatangani kesepakatan terobosan dengan OpenAI. Berdasarkan perjanjian lisensi tiga tahun tersebut, Sora seharusnya dapat menghasilkan video berdasarkan perintah pengguna menggunakan lebih dari 200 karakter berlisensi dari Disney, Marvel, Pixar, hingga Star Wars.


Rencananya, Sora dan ChatGPT Images akan digunakan untuk menghasilkan video "inspirasi penggemar" pada awal 2026, dengan Disney+ yang akan menampilkan pilihan video hasil kurasi Sora. Namun, menyusul pembatalan ini, Disney kini resmi mengakhiri kemitraannya dengan OpenAI.


Langkah ini juga membatalkan rencana Disney untuk mengambil saham senilai US$1 miliar di OpenAI. Perwakilan Disney dalam pernyataan resminya menghormati keputusan strategis OpenAI tersebut.


“Seiring kemajuan bidang AI yang baru muncul ini berkembang pesat, kami menghormati keputusan OpenAI untuk keluar dari bisnis pembuatan video dan mengalihkan prioritasnya ke tempat lain. Kami mengapresiasi kolaborasi konstruktif antara tim kami dan apa yang kami pelajari darinya, dan kami akan terus terlibat dengan platform AI untuk menemukan cara baru guna menjumpai penggemar di mana pun mereka berada, sambil secara bertanggung jawab merangkul teknologi baru yang menghormati kekayaan intelektual (IP) dan hak-hak pencipta,” ujar juru bicara Disney kepada Variety.


Sora versi kedua (Sora 2) yang diluncurkan pada September 2025 sebenarnya mampu menghasilkan video yang sangat realistis. Namun, fitur ini memicu alarm di Hollywood karena model opt-out yang diterapkan mengharuskan pemilik hak kekayaan intelektual secara proaktif menyatakan keberatan jika karya mereka tidak ingin digunakan sebagai bahan pelatihan sistem.


Pada November lalu, grup dagang konten Jepang, CODA, yang beranggotakan Studio Ghibli, telah melayangkan surat tuntutan agar OpenAI berhenti menggunakan konten mereka untuk melatih Sora 2. Selama ini, OpenAI mempromosikan Sora dengan janji kemudahan visualisasi yang luar biasa.


“Ubah ide Anda menjadi video dengan gerakan dan suara yang sangat nyata,” tulis halaman resmi Sora sebelumnya. “Jadikan diri Anda dan teman-teman Anda sebagai karakter dalam video.”


Meski Sora tumbang, platform video AI generatif lainnya tetap beroperasi, meskipun beberapa di antaranya tengah menghadapi tuntutan hukum dari studio Hollywood atas dugaan pelanggaran hak cipta. Disney sendiri tercatat sangat agresif dalam melindungi hak ciptanya.


Sebelum bermitra dengan OpenAI, Disney sempat mengirimkan tuntutan cease-and-desist kepada Google, menuduh raksasa internet tersebut melakukan pelanggaran hak cipta dalam "skala masif". Disney juga melakukan langkah serupa terhadap Meta dan Character.AI, serta menggugat Midjourney dan Minimax bersama NBCUniversal dan Warner Bros. Discovery.


Terbaru, ByteDance dari China juga menghadapi ancaman hukum dari berbagai studio besar termasuk Paramount, Sony, dan Netflix terkait sistem AI Seedance 2.0 mereka. Menanggapi hal itu, ByteDance berjanji akan menerapkan perlindungan tambahan “saat kami berupaya mencegah penggunaan kekayaan intelektual dan kemiripan yang tidak sah oleh pengguna.” (mis)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image