BREAKING NEWS
iklan

Telan Dana Rp6,6 Miliar, Proyek Cetak Sawah di Sukamaju Kapuas Hulu Terancam Mangkrak

Pemandangan lahan proyek cetak sawah di Kapuas Hulu yang terbengkalai, dipenuhi tumpukan kayu, akar pohon berserakan, dan genangan air tanpa irigasi.
Tampak tumpukan kayu, sisa-sisa akar yang belum dibersihkan, dan genangan air yang tidak teratur di area proyek cetak sawah Desa Sukamaju, Kapuas Hulu, Sabtu (7/3/2026). [Foto: Alipius]

 KAPUAS HULU – Proyek Cetak Sawah Rakyat (CSR) senilai Rp6,6 miliar di Desa Sukamaju, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, menuai sorotan. Warga setempat mulai mempertanyakan kelanjutan proyek ketahanan pangan nasional tersebut lantaran lahan yang dibuka hingga kini belum bisa digarap oleh petani.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, program yang dibiayai oleh APBN ini menargetkan pembukaan lahan pertanian baru seluas 200 hektare. Pengerjaannya dilakukan oleh Kodim 1206/PSB sebagai bentuk dukungan sinergis terhadap program pangan pemerintah.


Namun, realita di lapangan menunjukkan kondisi lahan yang masih jauh dari kata siap tanam. Warga menilai pengerjaan proyek terkesan setengah jalan karena lahan baru sekadar dibuka, tanpa diikuti dengan pembangunan fasilitas pendukung yang vital.


Sistem irigasi yang memadai dan tanggul air belum terbangun. Bahkan, sisa-sisa kayu dan bongkahan akar pohon masih berserakan di area lahan, membuat para petani kesulitan untuk mulai membajak dan menanam padi.


“Seharusnya setelah lahan dibuka, langsung dilanjutkan dengan pembuatan irigasi, tanggul, serta pembersihan sisa kayu dan akar. Kalau kondisinya dibiarkan seperti ini, lahan tidak akan bisa dimanfaatkan,” ujar salah satu warga Desa Sukamaju, Sabtu (7/3/2026).


Kekhawatiran pun mencuat di tengah masyarakat. Jika fasilitas pendukung tidak segera dibangun, lahan seluas ratusan hektare tersebut berpotensi menjadi proyek mangkrak yang tidak memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani lokal.


“Kalau hanya ditebas saja tanpa ada sistem pengairan, sawah ini tidak akan berfungsi. Kami khawatir lahan ini ujung-ujungnya malah terbengkalai begitu saja,” tambah warga lainnya.


Merespons kondisi ini, masyarakat mendesak pemerintah untuk segera turun tangan mengevaluasi jalannya proyek. Mereka menuntut adanya pengawasan yang lebih ketat dan transparan atas penggunaan uang negara. Warga berharap proyek CSR di Desa Sukamaju dapat dikawal sampai tuntas hingga lahan benar-benar siap tanam, bukan sekadar selesai di atas kertas. (alipius/red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image