Video Guru SMP Sabu Raijua Viral, Rusly Lingu Djara Klarifikasi dan Pemda Lakukan Investigasi
SABU RAIJUA — Video guru SMP Sabu Raijua viral di media sosial setelah memperlihatkan seorang guru memeluk dan mencium sejumlah siswa. Sosok dalam video diketahui bernama Rusly Lingu Djara, pengajar di SMP Negeri 2 Sabu Timur, Nusa Tenggara Timur.
Video tersebut cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memicu perdebatan publik. Rekaman itu memperlihatkan interaksi Rusly dengan beberapa siswa di luar kegiatan belajar mengajar.
Narasi yang beredar menyebut adanya kedekatan tidak biasa antara guru dan murid. Bahkan muncul kabar beberapa siswa kerap datang atau menginap di rumah guru tersebut.
Perbincangan warganet pun terbelah. Sebagian menilai perilaku itu tidak pantas dalam relasi guru dan siswa, sementara lainnya meminta publik menunggu penjelasan resmi.
Rusly Lingu Djara akhirnya memberikan klarifikasi kepada media terkait video guru peluk siswa viral tersebut. Ia membantah adanya hubungan tidak pantas dengan para siswa.
"Anak yang terlihat di video itu adalah anak angkat saya. Kedekatan yang terlihat merupakan hubungan kekeluargaan," ujarnya.
Rusly juga menjelaskan dirinya merupakan pembina organisasi siswa di sekolah. Peran itu membuatnya sering berinteraksi dengan para murid dalam berbagai kegiatan.
Ia turut menepis anggapan bahwa interaksi tersebut berkaitan dengan adat atau tradisi lokal di daerahnya.
Di tengah polemik yang berkembang, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua melalui Dinas Pendidikan Sabu Raijua memastikan akan melakukan investigasi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan fakta sebenarnya dari video yang beredar.
Langkah tersebut diambil guna menjaga integritas dunia pendidikan dan memastikan tidak terjadi pelanggaran etika profesi guru. Proses pemeriksaan juga diharapkan memberi kepastian kepada masyarakat terkait kasus yang sedang viral.
Hingga kini penelusuran oleh dinas terkait masih berlangsung. Rusly menyatakan siap mengikuti seluruh proses pemeriksaan dan berharap publik tidak menarik kesimpulan hanya dari potongan video yang beredar di media sosial. (mis/red)

