HRD Minta Kader PKB Hadir Langsung di Tengah Masyarakat
![]() |
| Musyawarah Cabang (Muscab) serentak DPC PKB Kabupaten Bireuen, Jum'at (10/6/2026) malam. [Foto: Ist] |
BIREUEN - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh, H Ruslan Daud meminta kepada seluruh kader PKB di Aceh untuk selalu hadir langsung di tengah-tengah masyarakat.
Hal itu ditegaskan HRD sapaan akrab H Ruslan Daud saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) serentak DPC PKB Kabupaten Bireuen, Pidie Jaya, Bener Meriah, Lhokseumawe, dan Aceh Utara, di Aula Hotel Bireuen Jaya, Jumat (10/4/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, HRD menyampaikan dua pesan penting dari Ketua Umum DPP PKB, Gus Abdul Muhaimin Iskandar kepada seluruh kader PKB, khususnya di Aceh.
"Politik kehadiran, turun ke lapangan sebagai pelayan rakyat. Kader PKB diminta hadir langsung di tengah masyarakat, mendampingi petani, buruh, nelayan, honorer, dan kelompok kecil lainnya," tegas HRD.
Suasana hangat penuh kebersamaan dan semangat juang mewarnai pelaksanaan Muscab PKB Kabupaten Bireuen, Pidie Jaya, Bener Meriah, Lhokseumawe, dan Aceh Utara.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi kader. Menutup sambutannya, HRD menegaskan penentuan ketua DPC ke depan sepenuhnya ditentukan oleh DPP. DPW PKB Aceh hanya mengusulkan, jadi siapapun yang terpilih dalam kepemimpinan DPC PKB ke depan, soliditas partai harus tetap terjaga.
“Siapapun yang akan meneruskan kepemimpinan PKB, partai ini harus tetap solid,” tutup HRD.
Hadir dalam Muscab tersebut, Wakil Ketua Umum DPP PKB, Mohammad Rano Alfath, S.H., M.H. Ia menyampaikan langsung amanat dari Ketua Umum DPP PKB, Gus Muhaimin.
Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Rano itu mengaku bangga bisa hadir ke Aceh. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan tanpa alasan, melainkan membawa mandat khusus dari pimpinan pusat.
"Saya diutus oleh Gus Muhaimin untuk hadir ke Aceh. Cabang yang saya hadiri adalah cabang-cabang yang memiliki prestasi,” ujarnya di hadapan peserta Muscab.
Rano juga menegaskan bahwa PKB tidak bisa dilepaskan dari peran ulama. Menurutnya, ditengah dinamika zaman yang terus berubah, politik berbasis nilai keulamaan justru semakin penting untuk dijaga.
“PKB harus siap menggunakan kepemimpinan ulama. Ulama tidak bisa dipisahkan dari PKB. Tantangan politik saat ini semakin berat, sehingga harus dilandasi konsep tauhid dan keimanan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rano juga menyampaikan pesan penting dari Gus Muhaimin kepada seluruh kader PKB, khususnya di Aceh. Kader harus naik kelas menjadi pemimpin. Tidak hanya melayani, kader juga dituntut meningkatkan kapasitas diri agar mampu memimpin di berbagai level.
Ia pun menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan menjadi kunci utama agar kader PKB mampu bersaing dan memimpin di masa depan.
Muscab DPC PKB serentak lima kabupaten kota ini pun berlangsung khidmat dan penuh semangat, menjadi bukti komitmen partai dalam mencetak kader unggul yang berakar pada nilai keulamaan sekaligus kebangsaan. (*)

