Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kisah Djoko Susanto Membangun Alfamart dari Warung Kelontong

Djoko Susanto memulai bisnis dari warung ibunya hingga membangun Grup Alfamart dengan lebih dari 23.000 gerai.

Djoko Susanto saat muda menjaga warung kelontong keluarganya
Djoko Susanto. [Foto: dok. Alfa Group/YouTube Momentum Talk]

Relasi Nasional | Jakarta - Jauh sebelum nama Alfamart dikenal melalui jaringan minimarket di berbagai daerah, Djoko Susanto memulai perjalanan bisnisnya dari sebuah warung kelontong milik sang ibu di kawasan Petojo, Jakarta.

Pria yang memiliki nama asli Kwok Kwie Fo itu sempat menjalani pekerjaan sebagai pegawai di perusahaan perakitan radio. Namun pada 1996, ia memilih meninggalkan pekerjaannya untuk kembali membantu usaha keluarga.

Keputusan tersebut menjadi awal perjalanan Djoko mendalami bisnis ritel. Di Toko Sumber Bahagia, ia belajar langsung menangani pelanggan, mengelola persediaan, sekaligus menjaga operasional toko setiap hari.

Warung tersebut pada awalnya menjual beragam kebutuhan sehari-hari, mulai dari kacang tanah, minyak sayur, sabun hingga rokok. Seiring perkembangan usaha, perdagangan rokok kemudian menjadi fokus utama dengan Gudang Garam sebagai salah satu mitra penting.

Bisnis tersebut berkembang pesat. Menurut Sam Setyautama, pada 1987 Djoko telah memiliki 15 jaringan toko grosir dan tercatat sebagai penjual rokok Gudang Garam terbesar.

Keberhasilan itu kemudian mempertemukannya dengan Putera Sampoerna, salah satu petinggi PT HM Sampoerna. Pertemuan tersebut pada akhir 1986 menjadi momentum penting dalam perjalanan karier Djoko.

"Pertemuannya dengan Putera Sampoerna, bos PT HM Sampoerna akhir 1986 mengubah nasibnya secara total. Ia diangkat menjadi direktur penjualan PT Sampoerna yang membawa PT HM Sampoerna ke peringkat kedua terbesar setelah Gudang Garam," tulis Sam Setyautama dalam Tokoh-Tokoh Etnis Tionghoa Di Indonesia (2008).

Djoko kemudian dipercaya menduduki posisi direktur PT Panarmas, perusahaan yang menjadi distributor rokok Sampoerna. Dari posisi tersebut, ia ikut menangani pemasaran produk baru Sampoerna, yakni Sampoerna A Mild, pada 1989.

Pada tahun yang sama, Djoko mendirikan PT Alfa Retailindo. Sebuah gudang milik Sampoerna di Jl Lodan No. 80 kemudian dialihfungsikan menjadi Toko Gudang Rabat.

"Dengan modal Rp 2 miliar, gudang itu disulap menjadi Toko Gudang Rabat, dengan 40% saham dimiliki Puetera Sampoerna, dan sisanya dimiliki Kwok Kwie Fo (alias Djoko Susanto)," tulis Sam Setyautama.

Awalnya, Toko Gudang Rabat digunakan untuk mendukung distribusi rokok baru Sampoerna. Namun, konsep usahanya kemudian berkembang menjadi toko yang menyediakan berbagai kebutuhan konsumen.

Ekspansi berlanjut hingga Toko Gudang Rabat memiliki cabang di sejumlah kota. Memasuki dekade 1990-an, jaringan tersebut telah berkembang menjadi salah satu pesaing Indomaret milik Salim Group dengan 32 gerai.

Perubahan Nama Menjadi Alfamart

Perkembangan bisnis itu berlanjut ketika jaringan tersebut berganti nama menjadi Alfa Minimart di bawah PT Sumber Alfaria Triyaja pada 18 Oktober 1999. Konsepnya diarahkan sebagai minimarket yang mudah dijangkau masyarakat.

Gerai pertama Alfa Minimart berdiri di Jl. Beringin Raya, Tangerang. Respons konsumen terhadap konsep tersebut disebut positif dan penjualan kemudian meningkat.

Perusahaan selanjutnya memasuki pasar modal. Sam Setyautama mencatat perkembangan tersebut dalam buku Kaum Supertajir Indonesia (2008).

"Alfa dinyatakan go public pada 18 Januari 2000. Saat itu nilai kapitalisasi pasar Alfa ditaksir mencapai US$ 108,29 juta," tulis buku Kaum Supertajir Indonesia (2008).

Nama Alfa Minimart kemudian berubah menjadi Alfamart pada 1 Januari 2003. Putera Sampoerna juga memberikan tambahan modal, sementara bisnis tersebut terus berkembang.

Perjalanan yang bermula dari warung kelontong keluarga itu pada akhirnya berkembang menjadi jaringan ritel berskala besar. Saat ini, total gerai Grup Alfamart telah mencapai lebih dari 23.000 toko, termasuk jaringan yang dikelola anak usaha seperti Alfamidi dan Lawson. (*)

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Kisah Djoko Susanto Membangun Alfamart dari Warung Kelontong
  • Kisah Djoko Susanto Membangun Alfamart dari Warung Kelontong
  • Kisah Djoko Susanto Membangun Alfamart dari Warung Kelontong
  • Kisah Djoko Susanto Membangun Alfamart dari Warung Kelontong
  • Kisah Djoko Susanto Membangun Alfamart dari Warung Kelontong
  • Kisah Djoko Susanto Membangun Alfamart dari Warung Kelontong

Posting Komentar