Pemerintah Dorong Peningkatan Kualitas dan Kedalaman Pasar Modal Nasional
![]() |
| Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sambutan pada Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) di Jakarta, Selasa (11/08/2026). [Foto: dok. Mff/ekon.go.id] |
Relasi Nasional | Jakarta - Pemerintah Indonesia fokus memperkuat kualitas serta kedalaman pasar modal domestik sebagai langkah strategis memicu pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha. Upaya ini dilakukan untuk menjaga iklim investasi dan keberlanjutan ekspansi ekonomi di tengah ketidakpastian situasi global.
Pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap solid menjadi landasan utama penguatan sektor keuangan tersebut. Daya tahan pasar modal Indonesia juga didukung oleh kondisi makroekonomi yang terjaga secara stabil.
“Perekonomian Indonesia masih mampu tumbuh sebesar 5,45% pada Semester I-2026 di tengah berbagai gejolak global. Kondisi tersebut juga didukung oleh inflasi yang relatif rendah sebesar 2,88% serta kemampuan Indonesia memitigasi dampak gejolak harga energi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 di Jakarta, Selasa (11/08/2026).
Hingga pertengahan tahun ini, aktivitas pasar modal mencatatkan jangkauan yang makin luas dengan lonjakan basis pemodal maupun entitas bisnis yang melantai di bursa. Capaian tersebut menempatkan posisi Indonesia cukup strategis di kawasan Asia Tenggara.
Meskipun demikian, arah kebijakan ke depan tidak hanya mengejar pertumbuhan secara kuantitatif. Pemerintah kini mengalihkan fokus pada peningkatan likuiditas, transparansi tata kelola, kelayakan porsi saham publik, serta mutu keterbukaan informasi emiten.
Langkah reformasi pasar keuangan tersebut terus dijalankan lewat kolaborasi antarlembaga, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga Bank Indonesia (BI). Inovasi instrumen investasi baru serta percepatan proses demutualisasi bursa menjadi bagian utama dari agenda perbaikan ini.
Di samping pembenahan di sektor keuangan, perbaikan iklim usaha terus digenjot melalui penyederhanaan regulasi dan penyelesaian hambatan operasional pelaku bisnis. Pemerintah melalui Satgas Debottlenecking telah merampungkan ratusan aduan terkait kendala perizinan, tata ruang, hingga perpajakan.
“Penguatan kepercayaan investor perlu diikuti peningkatan kualitas perusahaan tercatat sebagai penghubung antara pasar keuangan dan sektor riil. Perusahaan tercatat perlu memperkuat tata kelola, transparansi, dan keterbukaan informasi agar penghimpunan dana dapat semakin optimal mendukung ekspansi usaha, investasi, inovasi, dan produktivitas,” tambah Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto.
Forum tahunan para pelaku pasar modal tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan OJK serta pengurus pusat AEI. (*)

Posting Komentar