Putri KW Buru Medali Kejuaraan Dunia Usai Tumbangkan Wang Zhi Yi
![]() |
| Putri Kusuma Wardani. [Foto: dok. Istimewa] |
Relasi Nasional | Jakarta - Putri Kusuma Wardani membawa modal kepercayaan diri menuju Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah mencatat kemenangan perdana atas Wang Zhi Yi di Japan Open 2026.
Hasil tersebut memperkuat keyakinan Putri bahwa dirinya mampu bersaing dengan deretan pemain tunggal putri papan atas dunia. Pebulu tangkis berusia 24 tahun itu bahkan merasa memiliki peluang ketika berhadapan dengan Akane Yamaguchi setelah laga melawan Wang.
“Pastinya lebih percaya diri. Setelah itu saya juga menghadapi Akane Yamaguchi, dan sebenarnya saya merasa punya peluang untuk menang juga,” kata Putri di Jakarta.
Kepercayaan diri itu datang ketika Putri mulai menunjukkan konsistensi di turnamen-turnamen besar. Penampilan hingga babak semifinal dan final menjadi indikasi bahwa level permainannya terus berkembang.
Di sisi lain, Putri memahami bahwa peningkatan kemampuan di lapangan perlu berjalan beriringan dengan kesiapan mental. Menurutnya, pertandingan dengan level persaingan tinggi justru lebih menguras pikirannya daripada kondisi fisik.
“Di setiap pertandingan mental dan pikiran saya benar-benar bekerja sangat keras. Setelah pertandingan selesai, yang terasa capek bukan badannya, tapi justru pikirannya,” ujarnya.
Putri KW Bidik Medali Lebih Tinggi
Putri akan menjadi salah satu tumpuan Indonesia pada Kejuaraan Dunia BWF 2026 yang berlangsung di New Delhi, India, pada 17-23 Agustus. Ia dijadwalkan tampil bersama Thalita Ramadhani Wirayawan di sektor tunggal putri.
Target yang dibawa Putri ke turnamen tersebut lebih tinggi dibanding pencapaiannya pada edisi sebelumnya. Setelah mendapatkan medali perunggu, ia berharap bisa meningkatkan warna medali yang diraih.
“Targetnya ingin memperbaiki warna medali. Syukur-syukur bisa juara atau minimal menjadi runner-up,” kata Putri.
Performa Putri dalam beberapa ajang terakhir menjadi alasan munculnya target tersebut. Selain mampu melangkah jauh, ia juga mulai menunjukkan keberanian menghadapi lawan-lawan yang berada di jajaran elite.
Susy Susanti Minta Putri Jaga Konsistensi
Legenda bulu tangkis Indonesia Susy Susanti menilai peluang Putri untuk membawa pulang medali dari Kejuaraan Dunia 2026 terbuka. Meski demikian, menurut Susy, perkembangan tersebut masih harus diikuti peningkatan kematangan mental dan konsistensi.
“Putri sedang naik juga, posisinya sudah mulai stabil. Dia sudah mulai masuk semifinal-semifinal, tetapi proses itu harus bisa ditingkatkan lagi, terutama kematangan dan konsistensi,” ujar Susy kepada media.
Susy juga menyoroti kesalahan sendiri yang masih dilakukan Putri. Hal tersebut dinilai perlu dikurangi karena dapat menjadi faktor penting ketika menghadapi pemain-pemain papan atas.
“Kadang-kadang terganggu dengan beberapa hal, mati-mati sendiri, itu yang mesti dibenahi,” katanya.
Meski memiliki catatan yang perlu diperbaiki, Susy melihat sejumlah modal penting dalam diri Putri. Postur, kondisi fisik, serta kemampuan tekniknya dinilai telah mendukung untuk bersaing di level tertinggi.
“Dia punya potensi cukup bagus. Dari postur oke, fisiknya juga bagus, dan teknik sudah lebih matang. Tinggal disiplin dan fokus,” tegas Susy.
Putri Ditantang Menembus Empat Besar
Persaingan menuju podium Kejuaraan Dunia 2026 diperkirakan berlangsung ketat. Putri masih harus berhadapan dengan nama-nama seperti An Se-young, Akane Yamaguchi, dan Wang Zhi Yi yang menjadi bagian dari jajaran elite tunggal putri.
Menurut Susy, kedalaman persaingan di delapan besar membuat Putri perlu meningkatkan level permainannya apabila ingin masuk ke kelompok empat besar dunia.
“Peluang tetap ada walau ada An Se-young, Akane Yamaguchi, dan Wang Zhi Yi. Persaingan delapan besar merata, tetapi ranking empat besar itu yang harus bisa Putri tembus,” kata Susy.
Semifinal menjadi batas minimal yang dinilai realistis berdasarkan performa Putri belakangan ini. Namun, Susy mengingatkan agar target tersebut tidak membuat Putri cepat berpuas diri.
“Harus optimistis medali. Lihat dari prestasi belakangan, dia masuk semifinal dan final, Putri memang target harus minimal di situ,” ujarnya.
Indonesia terakhir kali memiliki tunggal putri yang menjadi juara dunia melalui Susy Susanti pada 1993 di Birmingham. Lebih dari tiga dekade kemudian, Putri KW berada dalam posisi sebagai salah satu harapan baru Indonesia untuk mengangkat kembali sektor tunggal putri di panggung dunia.
Kemenangan atas Wang Zhi Yi menjadi salah satu pijakan bagi Putri sebelum menghadapi persaingan di New Delhi. Tantangan berikutnya adalah menjaga performa tersebut agar statusnya sebagai rising star berkembang menjadi konsistensi di antara pemain terbaik dunia. (*)

Posting Komentar