Tuih Alkhair Serukan Warga Bireuen Ramaikan Aksi Bela Nanggroe 15 Agustus
![]() |
| Tuih Alkhair (tengah). [Foto: HO/RN] |
Relasi Nasional | Bireuen - Ketua Koordinator Mobilisasi Massa Wilayah Bireuen Aksi Bela Nanggroe dan Syariat, Iskandar alias Tuih Alkhair, menyerukan warga Bireuen menghadiri zikir, doa tolak bala, dan aksi damai di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada 15 Agustus 2026.
Ajakan tersebut ditujukan kepada pimpinan dan santri dayah, mahasiswa, organisasi masyarakat, lembaga, serta seluruh elemen masyarakat Bireuen.
"Saya mengajak para pimpinan dayah, santri, ormas dan seluruh masyarakat Bireuen untuk kita ramaikan pada tanggal 15 Agustus di Masjid Raya Banda Aceh sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus menyuarakan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dinilai tengah dihadapi Aceh saat ini," ajak Iskandar, Jumat (7/8/2026).
Menurut Tuih, kegiatan itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait sejumlah persoalan di Aceh.
Ia menyoroti persoalan syariat Islam, perjudian, maisir, khamar, tempat hiburan, dugaan korupsi, pengelolaan hasil bumi Aceh, hingga rencana pengelolaan gas Andaman.
"Banyak persoalan di Aceh saat ini terjadi sehingga perlu kita suarakan bersama-sama. Seperti persoalan gas Andaman yang masih dikuasai oleh pemerintah pusat. Maka, inilah perlunya kekompakan kita rakyat Aceh dalam bersuara," kata Tuih Alkhair.
Selain itu, Tuih menyoroti kondisi korban banjir di sejumlah wilayah Aceh.
Ia menyebut ribuan hektare sawah belum dapat dimanfaatkan kembali. Sejumlah jembatan dan jaringan irigasi juga masih membutuhkan perbaikan.
"Semoga dengan kekompakan kita bangsa Aceh melakukan zikir, doa tolak bala, dalam aksi bela nanggroe serta syariat, terbuka hati pemerintah sehingga menjadi perhatian serius para pemangku kebijakan Pemerintah Aceh, khususnya pemerintah pusat dalam melihat kondisi di Aceh," harap Tuih.
Sementara itu, kegiatan tersebut juga akan diisi dengan penyampaian orasi dari sejumlah tokoh.
Panitia turut mengundang sejumlah ulama sebagai penasihat acara, di antaranya Abu di Ketapang, Abi Lampisang, Abi Ishak Lamkawi, Abu Muda Pelanteu, Tgk. Saiid Syahrizal, dan Abah Sarah Tebe.
"Panitia mengimbau para pimpinan dayah untuk mengirimkan santri dan mengajak jamaah agar menghadiri kegiatan tersebut sebagai bentuk kebersamaan dalam mendoakan keselamatan Aceh dan menyampaikan aspirasi secara damai," tutup Iskandar alias Tuih Alkhair.
Di sisi lain, Tuih meminta masyarakat Bireuen tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas terkait kegiatan tersebut.
Ia membuka akses komunikasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui tujuan dan agenda kegiatan melalui nomor 082213914036.
"Saya meminta kepada siapa pun oknum yang tidak senang dengan aksi tanggal 15 Agustus ini agar jangan coba-coba untuk menakuti dan mengintimidasi masyarakat yang akan bergerak ke Banda Aceh, karena kegiatan yang kita buat tidak mengarah ke arah radikalisme. Kita rakyat Aceh cuma ingin bersatu dalam satu saf untuk memanjatkan doa kepada Allah agar Aceh ini mendapatkan rahmatan lil'alamin dari Allah Ta'ala. Itu saja tujuan kami," tutup Tuih Alkhair. (*)

Posting Komentar