Ulang Tahun ASEAN Diperingati Setiap 8 Agustus, Begini Sejarah dan Tujuan Pembentukannya
![]() |
| Peringatan Ulang Tahun ASEAN setiap 8 Agustus mengingat sejarah berdiri, negara pendiri, anggota, dan tujuan organisasi Asia Tenggara. [Foto: Ilustrasi] |
Relasi Nasional | Jakarta - Ulang Tahun ASEAN diperingati setiap tanggal 8 Agustus. Peringatan ini menjadi momen penting untuk mengenang lahirnya Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), organisasi regional yang menyatukan negara-negara di Asia Tenggara dalam kerja sama politik, ekonomi, hingga sosial budaya.
ASEAN resmi berdiri pada 8 Agustus 1967 melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok di Thailand. Kesepakatan itu menjadi tonggak awal terbentuknya organisasi yang kini memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas kawasan.
Latar Belakang Berdirinya ASEAN
Pembentukan ASEAN tidak lepas dari situasi Asia Tenggara pada dekade 1960-an. Saat itu, kawasan menghadapi berbagai konflik politik, sengketa antarnegara, hingga ketegangan akibat persaingan blok Barat dan Timur pada masa Perang Dingin.
Kondisi tersebut memengaruhi keamanan dan menghambat pembangunan ekonomi di sejumlah negara. Karena itu, para pemimpin kawasan memandang perlunya sebuah organisasi yang mampu memperkuat kerja sama dan mengurangi potensi konflik.
Akhirnya, lima menteri luar negeri bertemu di Bangkok pada 5-8 Agustus 1967. Pertemuan itu melahirkan Deklarasi Bangkok yang menjadi dasar berdirinya ASEAN.
Kelima tokoh tersebut adalah Adam Malik dari Indonesia, Narciso R. Ramos dari Filipina, Tun Abdul Razak dari Malaysia, S. Rajaratnam dari Singapura, dan Thanat Khoman dari Thailand. Mereka kemudian dikenal sebagai para pendiri ASEAN.
Negara Pendiri dan Anggota ASEAN
Pada awal berdiri, ASEAN hanya memiliki lima negara anggota, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.
Selanjutnya, Brunei Darussalam bergabung pada 7 Januari 1984 setelah memperoleh kemerdekaan. Kemudian, Vietnam resmi menjadi anggota pada 28 Juli 1995.
Dua tahun berikutnya, Laos dan Myanmar menyusul bergabung pada 23 Juli 1997. Setelah itu, Kamboja resmi menjadi anggota pada 30 April 1999.
Perkembangan ASEAN terus berlanjut. Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Kamboja pada 11 November 2022, Timor-Leste diterima secara prinsip sebagai anggota ke-11 dan memperoleh status untuk mengikuti berbagai pertemuan ASEAN sebagai bagian dari proses menuju keanggotaan penuh.
Tujuan Dibentuknya ASEAN
Sejak awal, ASEAN memiliki tujuan utama menjaga perdamaian, stabilitas, dan keamanan di kawasan Asia Tenggara. Organisasi ini juga dibentuk untuk mempererat hubungan antarnegara melalui dialog dan kerja sama.
Selain itu, ASEAN mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memperkuat perdagangan, investasi, dan pembangunan di kawasan. Kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di setiap negara anggota.
Di bidang sosial dan budaya, ASEAN aktif mengembangkan kerja sama pendidikan, kesehatan, pariwisata, serta penanggulangan bencana. Berbagai program juga dijalankan untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat di Asia Tenggara.
Bentuk Kerja Sama ASEAN
Hingga kini, kerja sama ASEAN terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman. Salah satunya adalah penguatan ketahanan pangan melalui koordinasi penyediaan cadangan pangan antarnegara anggota.
Selain itu, ASEAN juga mempercepat integrasi ekonomi melalui sistem pembayaran digital lintas negara. Indonesia, Thailand, dan Malaysia, misalnya, telah menghubungkan sistem pembayaran menggunakan QRIS sehingga transaksi menjadi lebih praktis bagi masyarakat maupun wisatawan.
Kerja sama juga terus diperluas di sektor perdagangan, transformasi digital, energi, hingga pengembangan ekonomi hijau. Langkah ini memperkuat daya saing kawasan di tengah dinamika ekonomi global.
Makna Ulang Tahun ASEAN
Peringatan Ulang Tahun ASEAN bukan sekadar mengenang berdirinya organisasi regional ini. Momen tersebut juga menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan, memperkuat kerja sama, dan membangun kawasan yang damai serta sejahtera.
Selama lebih dari lima dekade, ASEAN telah berkembang menjadi salah satu organisasi regional paling berpengaruh di dunia. Dengan semangat kolaborasi, negara-negara anggotanya terus menghadapi berbagai tantangan bersama demi menciptakan masa depan Asia Tenggara yang lebih stabil, inklusif, dan berkelanjutan. (*)

