BREAKING NEWS

AITOMA Masuk Pasar Industri Nasional, Andalkan AI Cegah Mesin Rusak

AITOMA Masuk Pasar Industri Nasional, Andalkan AI Cegah Mesin Rusak
Foto: AITOMA

 Jakarta, relasinasional.com — Startup teknologi industri AITOMA resmi masuk pasar industri nasional dengan membawa solusi predictive maintenance berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini dirancang untuk membantu pabrik dan industri mencegah kerusakan mesin sebelum terjadi, sekaligus menekan biaya downtime yang selama ini jadi momok utama produksi.


Di banyak sektor industri, kerusakan mesin mendadak masih menjadi penyebab terbesar berhentinya lini produksi. Dampaknya bukan cuma soal waktu, tapi juga biaya perbaikan yang membengkak dan target produksi yang meleset.


AITOMA mencoba menjawab persoalan itu lewat pendekatan berbasis data.


Predictive Maintenance, Bukan Sekadar Perawatan Rutin


Berbeda dengan perawatan reaktif yang baru dilakukan setelah mesin rusak, predictive maintenance bekerja dengan memprediksi potensi gangguan sejak dini.


AITOMA memanfaatkan sensor kondisi mesin yang memantau data seperti getaran, suhu, hingga suara mesin secara real-time. Data ini kemudian dianalisis menggunakan algoritma AI untuk mendeteksi pola anomali yang berpotensi memicu kerusakan.


Hasilnya, tim maintenance bisa mengetahui kondisi mesin secara aktual dan menentukan waktu perawatan yang paling tepat.


Bukan berdasarkan perkiraan, tapi fakta lapangan.


Berbasis Cloud, Dipantau Real-Time


Seluruh data operasional mesin dikirim ke platform berbasis cloud milik AITOMA. Dari sana, sistem menyajikan visibilitas menyeluruh kondisi aset produksi dalam satu dashboard.


Pendekatan ini mendorong industri beralih dari jadwal perawatan kaku menuju condition-based dan predictive maintenance. Efek jangka panjangnya, keandalan mesin meningkat dan biaya operasional lebih terkendali.


Bagi industri dengan mesin kritikal, selisih satu jam downtime saja bisa bernilai sangat besar.


Sensor Tahan Lingkungan Ekstrem Pabrik


Dari sisi perangkat, solusi AITOMA dirancang khusus untuk lingkungan industri berat.


Sensor kondisi mesin menggunakan standar industrial-grade dengan perlindungan IP68, tahan air dan debu. Sementara perangkat gateway pendukung dibekali proteksi IP67 untuk memastikan konektivitas data tetap stabil di area produksi.


Keunggulan lainnya, sistem ini dapat dipasang tanpa modifikasi besar pada mesin yang sudah ada. Artinya, industri tidak perlu menghentikan operasional hanya untuk instalasi teknologi baru.


Bidik Banyak Sektor Strategis


Dalam fase awal ekspansi, AITOMA telah menjalin diskusi dan penjajakan kerja sama dengan berbagai sektor industri nasional.


Mulai dari pulp and paper, FMCG, food and beverage, manufaktur umum, energi, hingga sektor maritim dan kepelabuhanan.


Pendekatan yang digunakan bersifat bertahap. Dimulai dari assessment, dilanjutkan pilot project, sebelum masuk ke implementasi skala penuh sesuai kebutuhan masing-masing industri.


Target 100 Klien Industri pada 2026


AITOMA menargetkan bisa merangkul hingga 100 klien industri baru pada tahun 2026. Fokusnya adalah perusahaan dengan aset mesin kritikal dan kebutuhan tinggi terhadap keandalan operasional.


Target ini dibarengi dengan penguatan teknologi, model implementasi yang fleksibel, serta dukungan sistem agar solusi bisa diterapkan di industri skala menengah hingga besar.


Langkah ini sejalan dengan dorongan transformasi digital industri nasional yang kian masif.


Startup Jebolan Program Akselerasi Nasional


Sebelum masuk pasar industri secara luas, AITOMA telah melalui berbagai program inkubasi dan akselerasi.


Di antaranya Pertamuda by Pertamina, Pathway Startup, Foundry Academy, serta pendampingan dari UI Incubate. AITOMA juga mendapatkan dukungan angel investor pada fase awal pengembangan.


Rekam jejak ini menjadi bagian dari proses validasi teknologi dan kesiapan bisnis sebelum terjun ke pasar nasional.


Fokus Solusi Nyata di Lapangan


CEO AITOMA, Muhammad Hariz Izzuddin, menegaskan bahwa perusahaan sejak awal dibangun untuk menjawab kebutuhan nyata industri.


“AITOMA hadir untuk membantu industri Indonesia meningkatkan keandalan mesin melalui pendekatan berbasis data. Predictive maintenance bukan lagi konsep masa depan, tapi kebutuhan hari ini,” ujarnya.


Menurutnya, fokus utama perusahaan adalah memastikan teknologi yang dikembangkan benar-benar aplikatif dan berdampak langsung bagi operasional industri.


AI dan IoT untuk Industri yang Lebih Andal


Dengan menggabungkan AI dan IoT, AITOMA mendorong perubahan cara industri merawat aset produksinya.


Bukan lagi menunggu rusak, tapi mencegah sejak dini.


Di tengah tekanan efisiensi dan target produksi yang semakin ketat, pendekatan ini dinilai menjadi salah satu kunci keberlanjutan industri nasional ke depan. (ads/red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image