BREAKING NEWS

Bireuen Salurkan Bantuan Tunai untuk 1.612 Korban Banjir-Longsor

Penyerahan Simbolis Bantuan Tunai untuk Warga Terdampak Bencana
Penyerahan simbolis Bantuan Non Tunai (BaNTu) kepada warga terdampak banjir dan tanah longsor di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, sebagai bagian program pemulihan ekonomi pascabencana, Kamis (6/2/2026). [Foto: Humas Pemda Bireuen]

 Bireuen, relasinasional.com — Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama Yayasan Fondasi Hidup (FH Indonesia) meresmikan penyaluran Bantuan Non Tunai (BaNTu) atau Multi-Purpose Cash (MPC) bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Kecamatan Peusangan, Kamis (6/2/2026).


Penyaluran bantuan dilakukan melalui proyek Aceh Relief Integrated Support in Emergency (ARISE) yang didukung Tearfund Netherlands. Program ini menyasar pemulihan ekonomi sekaligus perlindungan kesehatan masyarakat pascabencana.


Bantuan disalurkan secara simbolis di Meunasah Desa Pante Lhong dan menjangkau ribuan kepala keluarga di wilayah terdampak. Skema bantuan tunai multiguna ini memberi keleluasaan bagi penyintas untuk memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri.


Bupati Bireuen Mukhlis, ST mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang dinilai berjalan terencana dan akuntabel.


“Bantuan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga memberi ruang bagi penyintas untuk memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri dan bermartabat,” ujar Mukhlis.


Program BaNTu bekerja sama dengan Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen menargetkan 1.612 penerima manfaat di tujuh desa terdampak. Distribusi dimulai sejak akhir Januari 2026 dan akan dilanjutkan dengan penyaluran susulan bagi 77 penerima pada pekan kedua Februari.


Peresmian penyaluran bantuan tunai pascabencana banjir dan longsor di Bireuen
Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama Yayasan Fondasi Hidup (FH Indonesia) meresmikan penyaluran Bantuan Non Tunai (BaNTu) bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Kecamatan Peusangan, Bireuen, Kamis (6/2/2026). [Foto: Humas Pemda Bireuen]

Seleksi penerima dilakukan melalui tiga tahap verifikasi, termasuk kunjungan langsung dari rumah ke rumah, guna memastikan bantuan tepat sasaran.


Selain bantuan tunai, FH Indonesia bersama Yayasan Emergency Unit (YEU) menjalankan intervensi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) di Kecamatan Kuta Blang. Program ini difokuskan pada pencegahan penyakit berbasis lingkungan yang berisiko meningkat pascabencana.


Hingga Januari 2026, program AMPL telah menyalurkan 20.000 liter air bersih, membangun serta memperbaiki unit water tank di Desa Ujong Blang dan Blang Mee, serta mendata 2.500 penerima manfaat dari kelompok lansia, disabilitas, dan kelompok rentan dengan pendekatan inklusif.


Sebagai bentuk afirmasi, FH Indonesia juga memberikan tambahan bantuan sebesar Rp250.000 bagi penerima manfaat penyandang disabilitas atau keluarga yang memiliki anggota disabilitas.


Direktur Nasional FH Indonesia, Effendy Arritonang, menyebut program ini sebagai wujud solidaritas kemanusiaan pascabencana.


“Kami sadar bantuan ini tidak dapat menggantikan semua yang hilang akibat bencana, namun kami berharap dapat meringankan beban masyarakat dan menjadi benih harapan untuk bangkit kembali,” kata Effendy.


Ke depan, program pemulihan akan dilanjutkan dengan distribusi 2.500 paket hygiene kits dan alat kebersihan komunal ke 50 dusun di Kecamatan Kuta Blang. Kampanye promosi kesehatan juga akan digencarkan untuk menjangkau sekitar 10.000 warga.


Bupati Mukhlis menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperluas kolaborasi dalam percepatan pemulihan pascabencana.


“Sinergi pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat adalah fondasi utama mempercepat pemulihan Bireuen menuju daerah yang tangguh dan sejahtera,” tutupnya.


Reporter: Teuku Fajar Al-Farisyi

Editor: Redaksi

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image