Ads

---

Jumpa PGRI Aceh, Anggota DPR RI Illiza Sa'aduddin Terus Perjuangkan Guru Honorer

Relasi Nasional
Minggu, 26 September 2021 | 22:20 WIB Last Updated 2021-10-24T07:59:10Z

Jumpa PGRI Aceh, Anggota DPR RI Illiza Sa'aduddin Terus Perjuangkan Guru Honorer

Relasi Nasional | Banda Aceh - Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) asal Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal terus memperjuangkan, Guru honorer peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kata Illiza jumlah kuota secara nasional mencapai saju juta guru honorer. Sedangkan Kouta untuk Aceh hanya 5249.

Saya tidak tahu jumlah kuota, sebab ketika pengusulan pemerintah Daerah tidak berkoordinasi dengan DPR RI,” kata
Kata Illiza Sa’aduddin Djamal, saat pertemuan PGRI di Banda Aceh, Minggu (26/9/2021).


Seharusnya Kata Illiza, Pemerintah daerah Kabupaten/Kota harus mengkoordinasi dengan DPR RI. Sebagaimana yang dilakukan oleh PGRI Aceh untuk memperjuangkan tenaga honorer ke PPPK.

Saya berharap Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dapat mengkoordinasi dengan PGRI Aceh. Karena PGRI Aceh telah bekerja untuk memperjuangkan PPPK,” jelas Illiza

 

Jumpa PGRI Aceh, Anggota DPR RI Illiza Sa'aduddin Terus Perjuangkan Guru Honorer



Menurut Illiza persoalan perekrutan Guru honorer peserta seleksi P3K mencapai satu juta guru. Namun untuk mencapaian itu tidak mudah. Sebab gaji tunjangan P3K dibayar oleh pemerintah daerah.

Peserta lulus seleksi, gaji tunjangan akan dibayar pemerintah daerah. Nah kalau pemerintah daerah tidak ada ketersediaan anggaran untuk membayar tunjangan PPPK, jadi masalah juga,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, selama ada waktu DPR RI terus memperjuangkan nasip guru honorer.

Selama masih ada waktu tetap saya perjuangkan,” tegas Illiza.

Sementara ketua PGRI Aceh Al Munzir berharap pemerintah memberikan afarmasi khusus bagi honorer yang akan pensiun, mekanisme dapat ditempuh dan dipermudahkan.

Banyak Honorer akan pensiun. Kondisi ini sangat memperihatinkan,” katanya.

Dia menyebutkan, kuota yang diberikan oleh pemerintah untuk PPPK itu rendah. Sedangkan kebutuhan guru disekolah banyak.

Jadi di sekolah-sekolah itu membutuhkan guru yang banyak,” ungkapnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jumpa PGRI Aceh, Anggota DPR RI Illiza Sa'aduddin Terus Perjuangkan Guru Honorer

Trending Now