Mahasiswa KKN Unimal Sosialisasi Anti-Bullying di SMPN 1 Muara Batu
Aceh Utara, relasinasional.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Malikussaleh menggelar sosialisasi anti-bullying dan pemulihan psikologis pascabencana di SMP Negeri 1 Muara Batu, Aceh Utara, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kelompok 05 KKN Unimal ini bertujuan membangun kesadaran siswa terhadap bahaya perundungan sekaligus memperkuat ketahanan mental remaja setelah terdampak bencana banjir.
Acara berlangsung di lingkungan SMPN 1 Muara Batu dan dipandu oleh Fahmi Fatur Rahman, mahasiswa Teknik Sipil, selaku pembawa acara.
Ketua Kelompok 05 KKN Unimal, Alif Saka Albani Samosir, menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan suportif bagi perkembangan mental siswa.
“Kami berharap sosialisasi ini menumbuhkan kepedulian antarsesama dan menjauhkan siswa dari perilaku perundungan. Kami juga berbagi cara sederhana menjaga kesehatan mental pascabencana,” ujar Alif.
Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut dan mengapresiasi kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter siswa.
“Ilmu yang dibagikan sangat bermanfaat. Kami berharap anak-anak bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata perwakilan SMPN 1 Muara Batu.
Materi anti-bullying disampaikan oleh Nurhajizah dan Siti Fadilah dari Jurusan Hukum Unimal. Dalam sesi ini, siswa diajak melakukan refleksi melalui penulisan pengalaman pribadi terkait perundungan menggunakan sticky notes.
Untuk menjaga antusiasme, mahasiswa juga menggelar sesi ice breaking interaktif yang dipandu Lilis Murdiana dari Psikologi dan Muhammad Ryan Harvany Chan dari Teknik Arsitektur.
Kegiatan ditutup dengan pemaparan Psychological First Aid (PFA) oleh Mawaddah dan Riska Daini dari Jurusan Psikologi Unimal. Siswa dibekali teknik dasar mengelola stres dan memberikan dukungan emosional kepada teman sebaya pascabencana.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN Unimal berharap dapat meninggalkan dampak jangka panjang dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan bebas kekerasan. (ril/red)

