Niat Puasa Ramadhan Sekali atau Tiap Hari Ini Panduannya
![]() |
| Niat Puasa Ramadhan Sekali atau Tiap Hari Ini Panduannya |
Jakarta, relasinasional.com — Niat puasa Ramadhan menjadi syarat utama sahnya ibadah, namun banyak Muslim masih bertanya: apakah niat cukup sekali untuk sebulan penuh atau harus setiap hari? Jawabannya bergantung pada pendapat ulama dan mazhab fiqih yang diikuti.
Memahami perbedaan ini penting, terutama menjelang Ramadhan, agar ibadah puasa dilakukan dengan keyakinan dan sesuai tuntunan agama.
Kenapa Niat Puasa Ramadhan Itu Wajib?
Dalam Islam, niat adalah fondasi semua ibadah. Tanpa niat, ibadah tidak dianggap sah.
Niat berarti menetapkan dalam hati bahwa seseorang akan berpuasa karena Allah SWT. Ini bukan sekadar bacaan, tetapi tekad batin yang menjadi pembeda antara ibadah dan aktivitas biasa seperti menahan lapar karena diet.
Melafalkan niat memang dianjurkan karena membantu menegaskan tekad, tetapi yang paling utama adalah kesadaran dalam hati.
Bolehkah Niat Puasa Ramadhan Sekali untuk Sebulan?
Jawabannya: boleh menurut sebagian ulama, tetapi tidak semua mazhab sepakat.
Mayoritas ulama dari Mazhab Syafi’i dan Hanafi berpendapat niat harus dilakukan setiap malam sebelum fajar. Alasannya, setiap hari puasa adalah ibadah yang berdiri sendiri.
Pendapat ini juga umum diikuti oleh Muslim di Indonesia, termasuk yang berafiliasi dengan organisasi seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.
Namun, Mazhab Maliki memiliki pandangan berbeda.
Menurut mazhab ini, niat puasa boleh dilakukan sekali saja pada malam pertama Ramadhan untuk mencakup seluruh bulan, selama puasa tidak terputus oleh hal seperti sakit atau perjalanan jauh.
Artinya, kedua cara ini memiliki dasar fiqih yang sah.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh
Bagi yang mengikuti pendapat niat sebulan penuh, berikut bacaannya:
Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالٰى
Latin: Nawaitu shauma jamii’i syahri Ramadhaani haadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa sepanjang bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Biasanya dibaca pada malam pertama Ramadhan setelah berbuka atau sebelum sahur pertama.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan Setiap Hari
Jika mengikuti pendapat mayoritas ulama, niat dibaca setiap malam sebelum fajar.
Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالٰى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Waktu terbaik membacanya adalah saat sahur atau kapan saja sebelum imsak.
Waktu Terbaik Membaca Niat Puasa
Secara fiqih, niat harus dilakukan sebelum terbit fajar.
Artinya, waktu niat dimulai setelah Maghrib hingga sebelum Subuh.
Dalam praktiknya, mayoritas orang membaca niat saat sahur karena lebih mudah diingat dan dilakukan bersamaan dengan persiapan puasa.
Yang terpenting, niat tidak boleh dilakukan setelah masuk waktu Subuh.
Mana yang Sebaiknya Diikuti?
Ada dua pendekatan yang sama-sama valid secara agama.
Jika ingin mengikuti pendapat paling umum di Indonesia, membaca niat setiap malam adalah pilihan paling aman.
Namun, jika mengikuti Mazhab Maliki, niat sekali di awal Ramadhan juga sah, selama puasa tidak terputus.
Pendekatan paling praktis yang banyak dianjurkan ulama adalah tetap memperbarui niat setiap malam. Selain aman secara fiqih, ini juga membantu memperkuat kesadaran spiritual setiap hari.
Intinya Bukan Bacaan, Tapi Tekad dalam Hati
Hal terpenting dari niat puasa Ramadhan bukanlah lafaznya, tetapi kesungguhan hati menjalankan ibadah karena Allah.
Bacaan niat hanyalah alat bantu.
Ramadhan adalah momentum memperbaiki diri, bukan sekadar memenuhi kewajiban formal.
Memahami niat dengan benar akan membuat ibadah puasa lebih bermakna dan penuh kesadaran.
Kesimpulan Praktis
Ada dua pendapat sah tentang niat puasa Ramadhan:
- Mayoritas ulama: niat setiap malam sebelum fajar
- Mazhab Maliki: niat sekali untuk sebulan penuh diperbolehkan
Keduanya benar secara fiqih.
Namun, memperbarui niat setiap malam adalah cara paling aman dan paling banyak diamalkan.
Dengan memahami hal ini, Anda bisa menjalani puasa Ramadhan dengan lebih tenang dan yakin. (mis/red)

